Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum. Adapun judul dari makalah ini adalah “ Ekonomi “ yang berdasarkan Satuan Acara Perkuliahan yaitu antara Bab 5 sampai dengan Bab 9.
Selain itu tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada Dosen bidang studi Teori Organisasi Umum , Bapak Nurhadi. Karena saya sadar maksud beliau memberikan tugas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas belajar kami dan menambah pengetahuan kami.
Akhir kata “ Tak ada gading yang Tak retak (tak ada sesuatu yang sempurna) “ begitu pula dengan makalah yang telah saya buat ini. Oleh karena itu , saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Dan semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca atau menyimaknya.
Bekasi, April 2010
Penyusun
daftar isi
JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR ....................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................... ii
BAB 5
PERILAKU PRODUSEN
1.1 Produsen Dan Fungsi Produksi ………………………………………………………… 1
1.2 Produksi Optimal ……………………………………………………………………………… 3
1.3 Least Cost Combnation ..………………………………………….……………………. . 4
BAB 6 & 7
ONGKOS DAN PENERIMAAN
2.1 Pengertian Ongkos ….............................................................. 9
2.2 Macam-macam Ongkos ……………………..…………..…………………………….. . 9
2.3 Kurva Ongkos ………................................................................... 11
2.4 Penerimaan dan keuntungan maximum ...................................... 11
BAB 8 & 9
STRUKTUR PASAR
3.1 Pasar Persaingan Sempurna ……................................................... 15
3.2 Pasar Monopoli ……………………................................................ 16
3.3 Pasar Monopolistis ……………………………………………………………………………… 17
3.4 Pasar Oligopoli ……………………………………………………………………………… 18
BAB 10
PENUTUP
4.1 Kesimpulan ........................................................................ 22
4.2 Saran & Pendapat ................................................................ 22
DAFTAR PUSTAKA ................................................................ 23
BAB 5
PERILAKU PRODUSEN
1. Perilaku produksi dalam kehidupan sehari-hari
Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering mendengar istilah produk (product), produsen, produksi, dan produktif. Apa perbedaan masing-masing kata tersebut?
Coba perhatikan pengrajin Gerabah. Gerabah disebut produk (product). Produk adalah barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen. Dalam hal ini mengacu pada hasil dari kegiatan/usaha tertentu. Pengrajin gerabah disebut produsen. Produsen adalah orang/badan yang berfungsi sebagai pihak yang menyediakan/menghasilkan barang/jasa. Proses mengaduk tanah liat sampai menjadi gerabah disebut dengan proses produksi. Jadi produksi mengacu pada kegiatan /usaha membuat atau menghasilkan barang/jasa, sedangkan produktif (productive) diartikan semua usaha serta daya dan kemampuan yang bisa menunjang proses produksi.
Dalam ilmu ekonomi pengertian produksi mengacu pada 2 hal, yaitu :
a. produksi yang menghasilkan barang dan jasa baru sehingga dapat menambah jumlah, mengubah bentuk atau memperbesar ukurannya. Contoh bercocok tanam, beternak, mengarang novel, mencipta lagu, dan merancang mode pakaian.
b. Produksi yang diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang sehingga lebih bermanfaat. Contoh kerajinan, pertukaran, jasa pengangkutan atau pelayaran.
2. Tujuan Produksi
Seiring dengan semakin banyaknya penduduk dan majunya peradaban dan kebudayaan manusiapun semakin maju. Demikian pula kebutuhan, cara hidup, dan teknologi. Selain itu, terjadinya globalisasi ekonomi mendorong kegiatan produksi ditujukan untuk memenuhi pasar internasional sehingga dituntut untuk menciptakan barang yang berkualitas supaya mampu bersaing.
Dengan memproduksi barang dan jasa akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang menigkat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kemakmuran.
Oleh karena itu tujuan produksi antara lain untuk :
a. Memperbanyak jumlah barang/jasa.
b. Menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi.
c. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan serta perkembangan teknologi.
d. Mengganti barang yang rusak (aus) atau habis.
e. Memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga.
f. Memenuhi pasar internasional.
g. Mendapatkan keuntungan.
h. Menigkatkan kemakmuran.
3. Faktor Produksi
Untuk melakukan kegiatan produksi diperlukan bahan-bahan yang memungkinkan dilakukannya produksi, yaitu tanah atau sumber daya alam, tenaga manusia, modal dalam segala bentuknya serta kecakapan atau keterampilan tertentu. Semua unsur-unsur tersebut dinamakan faktor-faktor produksi. Jadi, faktor produksi adalah semua unsure yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha memperbesar nilai barang/jasa.
Di dalam ilmu ekonomi faktor produksi terdiri dari 4 (empat) macam, yaitu :
a. Tanah atau sumber daya alam (natural resources), yang meliputi tanah, air/tenaga air, ikan, iklim, cuaca, curah hujan, arah angin, tenaga alam, bahan tambang, bebatuan, kayu, dan binatang ternak dan bukan ternak.
b. Tenaga kerja (labour), meliputi tenaga kerja terdidik (skilled labour), tenaga kerja terlatih (trained labour), dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled and untrained labour).
c. Modal (capital) macamnya menurut jenisnya, bentuk, sifat, fungsi dan risiko.
d. Skill kewirausahaan (entrepreneurship) terdiri dari Managerial skill, Technical skill, dan Organizational skill.
4. Fungsi Produksi
Kegiatan produksi menyangkut dua persoalan utama. Persoalan pertama menyangkut input (masukan), yaitu segala sesuatu yang dimasukan dalam proses produksi. Misalnya bahan mentah, modal, dan mesin-mesin. Input tersebut sebelumnya telah kita kenal dengan istilah-istilah faktor-faktor produksi. Persoalan kedua, yaitu meyangkut output (keluaran) adalah hasil yang dikeluarkan proses produksi. Dengan demikian yang disebut fungsi produksi adalah hubungan fungsional yang terdapat antara input dan output. Dalam hal ini output merupakan akibat. Untuk jelasnya, perhatikan hubungan input dan output dapat digambarkan dengan peraga berikut ini.
Input Proses Output
Sebab Akibat
Dari peraga diatas, dapat dilahat bahwa output merupakan hasil input. Bila inputnya ditambah dengan sendirinya output akan menigkat. Dengan kata lain, jumlah output yang dihasilkan oleh suatu kegiatan usaha sangat tergantung dari kombinasi dan banyaknya input yang dimasukan.
5. Produksi Optimal
Produksi optimal atau perluasan produksi berarti peningkatan barang secara kualitatif dan kuantitatif. Alasan perluasan produksi adalah sebagai produksi.
a. Barang-barang yang ada atau yang telah digunakan, makin lama makin berkurang/habis atau rusak/aus sehingga perlu diganti dengan yang baru.
b. Barang-barang yang ada sudah ketinggalan zaman sehingga harus diganti dengan yang baru.
c. Untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk.
d. Makin majunya kebudayaan dan peradaban manusia sehingga cara dan tujuan konsumsi berubah.
e. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
f. Untuk memenuhi pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri.
g. Membuka dan memperluas lapangan kerja.
h. Keinginan untuk menugkatkan kemakmuran rakyat.
6. Perilaku Produksi yang Mengutamakan Kepentingan Rakyat
Untuk menciptakan perilaku produksi yang mengutamakan kepentingan masyarakat, perusahaan selaku produsen haruslah menanamkan hal-hal berikut.
1) Memberikan keuntungan bagi stake holders
Kini sudah saatnya perusahaan memberikan keuntungan kepada stake holders, yaitu pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan.
2) Memberikan sumbangan sosial
Perusahaan harus memberi sumbangan pada pembangunan sosial pada suatu Negara secara keseluruhan dengan menciptakan lapangan kerja yang produktif dan membantu meningkatkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.
3) Menumbuhkan rasa saling percaya
Perusahaan haruslah menyadari bahwa kelurusan hati, ketulusan, kejujuran, sikap memegang teguh janji dan transparansi bermanfaat tidak hanya bagi kredibilitas dan stabilitas bisnis sendiri, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
4) Menghormati aturan
Aturan-aturan yang ditetapkan seperti larangan monopoli haruslah selalu dihormati agar tidak terjadi penguasaan oleh pihak-pihak tertentu terhadap masyarakat sehingga masyarakat dirugikan.
5) Sikap hormat terhadap lingkungan alam
Perusahaan wajib melindungi dan dengan cara-cara tertentu menigkatkan lingkungan alam, mendukung pelestarian alam, dan mencegah terjadinya pemborosan sumber daya alam.
6) Menghindari operasi-operasi tidak etis
Praktik-praktik seperti penyuapan, pencucian uang, penyelundupan, dan narkotika haruslah dihindari.
7. Least Cost Combination (Kombinasi Ongkos Terkecil)
Dalam tahap II ini dimana kombinasi yang harus dipilih untuk memproduksi suatu output tertentu?. dianggap bahwa tujuan perusahaan (produsen) adalah meminimumkan ongkos produksi untuk suatu tingkat output tertentu, ini berarti bahwa kombinasi input harus disesuaikan dengan ongkos minimum yang tersedia. Dengan kata lain, berapapun ongkos yang tersedia, perusahaan harus memilih kombinasi yang akan menghasilkan jumlah output tertinggi.
Masalah yang dihadapi oleh seorang pengusaha sama dengan yang dihadapi oleh seorang konsumen. Isoquant menunjukkan jumlah output dimana pengusaha dapat mengkonsumsikan berbagai kombinasi input yang tersedia. Hal ini sejalan (analog) dengan kurva Indifference yang menunjukkan output yang diknsumsi oleh konsumen untuk mencapai tingkat kepuasan yang maksimum. Isoquant atau Isoproduct curve adalah kurva yang meunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variabel dengan tingkat output tertentu.
Isocost atau garis ongkos sama adalah kombinasi faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah ongkos tertentu. Untuk menggambar Isocost ini harus diketahui uang yang tersedia dan harga masing-masing faktor produksi/input.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1) Tujuan produksi yang paling tepat dibawah ini adalah ….
a. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
b. Mencapai tingkat kemakmuran
c. Memperoleh kepuasan setinggi-tingginya
d. Menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas tinggi
e. Mengkonsumsi barang dan jasa
2) Orang atau badan yang berfungsi sebagai pihak yang menyediakan/menghasilkan barang/jasa disebut ….
a. Produk d. produksi
b. Produsen e. konsumen
c. Produktif
3) Perhatikan table berikut!
Bahan mentah Barang setengah jadi Barang jadi
Kapas, kayu Benang, kayu lapis Pakaian, meja
Tabel tersebut menunjukkan penggolongan barang menurut ….
a. Cara memperolehnya d. hubungan dengan benda lain
b. Tujuan pemakaiannya e. sifat pemakaiannya
c. Proses pembuatannya
4) Berikut adalah barang-barang setengah jadi, kecuali ….
a. Benang d. sepatu
b. Terigu e. lateks (lembaran karet)
c. Kayu lapis
5) Sebagai bahan baku roti, tepung memiliki ….
a. Guna dasar d. guna waktu
b. Guna bentuk e. guna kepemilikan
c. Guna tempat
6) Lemari yang dibuat dari kayu lapis memiliki ….
a. Element utility d. place utility
b. Form utility e. owner utility
c. Time utility
7) Yang termasuk kegiatan produksi adalah ….
a. Petani memupuk tanaman
b. Peternak sapi memerah susu
c. Pengrajin gerabah menjajakan tanaman
d. Pelukis mengadakan pameran hasil karyanya
e. Pedagang mengantar barang jualannya
8) Tujuan produksi antara lain untuk :
1. menghasilkan barang/jasa yang berkualitas tinggi
2. mencari keuntungan yang sebesar-besarnya
3. memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri
4. untuk menyaingi perusahaan yang memproduksi barang yang sama
Pernyataan yang benar adalah ….
a. 1,2,3 d. 1,3
b. 1,2,4 e. 2,4
c. 1,2,3,4
9) Yang termasuk produksi jasa yaitu ….
a. Produksi kertas d. produksi ban mobil
b. Produksi semen e. produksi pakaian
c. Telekomunikasi
10) Yang termasuk capital goods dalam daftar dibawah ini adalah ….
No. A B c D e
1. Bahan mentah Barang konsumsi Perabot rumah tangga Alat produksi Gedung
2. Gedung Bahan penolong Pakaian Alat tulis Mobil
3. Mesin pabrik Bahan mentah beras Alat kantor Perabot rumah tangga
SOAL MAKALAH EKONOMI
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 5
1. D
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. A
8. D
9. C
10. A
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
” KAMPUS J ”
TAHUN 2010
BAB 6 & 7
ONGKOS DAN PENERIMAAN
a. Ongkos ( Biaya produksi)
Pengertian biaya produksi
Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memproduksi barang/jasa. Pengrtian biaya tersebut, mencakup pengertian biaya eksplisit dan biaya implicit. Biaya eksplisit adalah biaya yang benar-benar dikeluaran oleh perusahaan dalam rangka proses produksi. Biasanya biya eksplisit terlihat dalam laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Biaya implist adalah biaya penggunaan sumber daya milik perusahaan sendiri, misalnya waktu yang digunakan oleh pemilik perusahaan. Biaya implicit tidak dilaporkan dalam laporan keuanganperusahaan. Dengan demikian, untuk memperoleh laba berdasarkan prinsip akuntansi, yang diperhitungkan hanya biaya eksplisit.
Kurva biaya produksi
b. Penerimaan (Revenue)
Penerimaan produsen adalah sejumlah uang yang diterima perusahaan atas penjualan barang/jasa dari hasil produksi.
Jenis penerimaan produsen atau keuntungan maksimum dibedakan atas :
a. Penerimaan Total (Total Revenue / TR)
Total revenue (TR), adalah jumlah/kualitas barang yang terjual, dikalikan dengan harga satuan. Semakin banyak jumla barang yang terjual, penerimaan total juga semakin besar. Penerimaan total dihitung dengan rumor:
b. Penerimaan Rata-rata (Average Revenue/ AR)
Average Revenue (AR), adalah tambahan penerimaan karena adanya tambaan penjualan dari setiap satuan hasil produksi. Penerimaan marginal dihitung dengan rumus :
c. Penerimaan Marginal ( Marginal Revenue / MR)
Marginal revenue (MR), adalah tambahan penerimaan karena adanya tambahan penjualan dari setiap satuan hasil produksi.penerimaan marginal dihitung dengan rumus :
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah ....
a. Menentukan bentuk organisasinya, apakah perusahaa, perorangan, persekutuan atau kooperatif.
b. Mengumpulkan modal sebanyak-banyaknya utnuk membuka suatu usaha.
c. Menentukan orang-orang yang akan bergabung didalamnya.
d. Menentukan jenis barang produksinya.
2. Sedangkan untuk membuat keputusan perusahaan yang benar, maka pengusaha harus melihat kepada ....
a. Hasil produksi saja
b. Total penerimaan dan ongkos
c. Total ongkos saja.
d. Target yang dicapai saja.
3. Didalam pemakaian factor produksi untuk memproduksi suatu jenis barang sangat tergantung kepada ....
a. Harga dan waktu
b. Harga
c. Produktivitas, harga dan waktu
d. Produktivitas
4. Sehubungan dengan waktu yang tersedia bagi suatu perusahaan untuk menhasilkan suatu output tertentu dapat dibedakan menjadi tiga periode waktu yaitu ....
a. Market period, Short period, dan Longtime
b. Longtime period, Shorttime period, danmarket period
c. Longtimeperiod dan short period.
d. Market period,Short run period, dan long run period
5. Pengertian ongkos produksi secara umum dapat dinyatakan sebagai ....
a. Segala biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.
b. Segala biaya yang dimiliki oleh pengusaha.
c. Segala biaya yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan suatu perusahaan.
d. Segala keuntungan dari hasil proses produksi.
6. Berikut adalah pengertian dari Economic Cost kecuali ....
a. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
b. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.
c. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.
d. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
7. Accounting Cost yaitu ....
a. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan
b. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
c. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
d. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.
8. Explict Cost yaitu ....
a. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
b. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu.
c. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
d. Ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.
9. Implict Cost yaitu ....
a. Ongkos produksi yang tidak terlihat dalam pembukuan.
b. Ongkos yang dikeluarkan untuk menggaji para karyan perusahan.
c. Ongkos yang dikeluarkan untuk proses pembukuan
d. Ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua factor produksi untuk menghasilkan output tertentu
10. Berikut adalah cirri-ciri ongkos jangka panjang ....
a. Ongkos yang telah direncanakan oleh seorang pengusaha untuk janka waktu yang panjang.
b. Dimana Pengusaha tidak memiliki ongkos tetap.
c. Dimana pngusaha memiliki ongkos tetap
d. Ongkos rata – rata minimum dari masing – masing tingkat output.
SOAL MAKALAH EKONOMI
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 6 & 7
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
6. B
7. C
8. D
9. A
10. B
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
” KAMPUS J ”
TAHUN 2010
BAB 8 & 9
STRUKTUR PASAR
A. Pengertian dan Fungsi Pasar
Pasar sebagaimana yang kita ketahui adalah tempat konsumen memperoleh barang atau jasa. Di pasar dapat anda temukan cukup banyak produsen menawarkan barang atau jasa. Anda pergi ke pasar tentu dengan tujuan ingin memperoleh barang atau jasa agar kebutuhan anda terpenuhi. Dengan demikian dalam pandangan produsen pasar adalah tempat untuk menawarkan produk, baik berupa barang maupun jasa. Namun dari segi konsumen , pasar diartikan berbeda. Menurut konsumen pasar adalah tempat diperolehnya berbagai barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen. Dengan demikian, bila disimpulkan pasar adalah suatu mekanisme yang mempertemukan pembeli (konsumen) dengan penjual (produsen) sehingga bisa berinteraksi untuk membentuk suatu kesepakatan harga jual.
Dari definisi di atas dapat kita temukan fungsi pasar. Sebagaimana anda ketahui penjual berinteraksi dengan pembeli untuk membentuk harga jual yang disepakati bersama. Dengan demikian pasar berfungsi untuk menentukan nilai. Misalnya, harga yang disetujui oleh pembeli dan penjual untuk sepasang sepatu Adidas adalah Rp350.000,00 untuk satu kilogram jeruk medan Rp8.500,00, dan lain-lain.
Fungsi berikutnya dari pasar adalah mengorganisasikan produksi. Artinya, barang atau jasa yang masuk ke pasar haruslah menempuh proses produksi yang paling efisien agar bisa bersaing dan mendapatkan keuntungan.
B. Struktur Pasar
Struktur pasar adalah keadaan penting suatu pasar, misalnya jumlah perusahaan, keseragaman produk antarperusahaan, kemudahan keluar-masuk pasar, dan bentuk persaingan.
Struktur pasar dapat dilihat menjadi persaingan sempurna dan persaingan tidak sempurna. Apa dasar pembagian ini? Dasarnya adalah unsur-unsur yang terdapat di suatu pasar. Jika dalam suatu pasar jumlah perusahaan perusahaan banyak, produk homogen keluar-masuk sangat mudah, maka pasar tersebut adalah pasar persaingan sempurna. Jika salah satu cirri penting tersebut tidak terpenuhi pasar tersebut mungkin akan menjadi monopoli atau pasar persaingan tidak sempurna.
1. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)
Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah produsen dan konsumen sangat banyak dan hamper tidak terbatas.
Ciri-ciri pokok pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut.
a) Banyak penjual (perusahaan) dan pembeli
Dalam pasar persaingan sempurna pengaruh individual ( per perusahaan) terhadap penentuan harga relatif kecil. Dengan demikian, penjual individu tidak mempunyai pengaruh terhadap harga penjualan mereka karena harga tersebut ditrntukan oleh kondisi permintaan dan penawaran.
b) Produk-produk homogen (serba sama)
Dalam sebuah pasar persaingan sempurna, produk yang ditawarkan oleh para penjual yang saling bersaing adalah identik. Artinya, produk tersebut secara fisik sama dan menurut anggapan konsumen semua produk tersebut serba sama antara satu dengan yang lainnya.
c) Pasar yang bebas dimasuki dan ditinggalkan
Oleh karena seorang produsen/penjual hanya menghasilkan sebagian kecil saja dari barang/jasa yang ditawarkan, maka produsen dapat saja meniggalkan pasar dengan mudah atau memasukinya kemali.
d) Konsumen mengetahui kondisi pasar
Kondisi pasar diketahui oleh konsumen sangat baik sehingga konsumen tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kondisi pasar tersebut.
e) Faktor-faktor produksi bergerak bebas
Faktor-faktor produksi dalam persaingan sempurna dapat bergerak dengan bebas karena banyaknya jumlah penjual/produsen.
f) Tidak ada campur tangan pemerintah
Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran sehingga pemerintah tak dapat campur tangan dalam menentukan harga tersebut.
2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Market Competition)
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tiak sebanding atau tidak seimbang. Kemungkinan yang terjadi adalah pasar dikuasai oleh satu penjual atau beberapa penjual, sedangkan pembelinya juga satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar.
Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak senpurna adalah sebagai berikut.
MONOPOLI
Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh hanya ada satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen. Monopolis walaupun tidak mendapat atau memiliki pesaing, belum tentu ia mampu mencetak keuntungan yang besar karena mungkin saja struktur biaya produksinya berada diatas harga pasar yang terbentuk.
Sebab-sebab tumbuhnya monopoli adalah sebagai berikut.
1) Lindungan hokum, yaitu diperolehnya hak paten untuk suatu produk.
2) Pemberian lisensi oleh pemerintah untuk berusaha secara tunggal, contoh PDAM.
3) Memiliki modal yang sangat besar sehingga tak dapat disaingi oleh perusahaan lainnya.
4) Menguasai bahan mentah yang cukup strategis seperti berlian.
5) Diperoleh secara alamiah karena produknya sangat digemari konsumen.
6) Pasar tidak luas hanya ada satu penjual yang dapat melayani konsumen secara optimal.
Monopoli menyebabkan beberapa kerugian bagi masyarakat, yaitu
1) Ketidakadilan, karena monopolis akan memperoleh keuntungan diatas keuntungan normal.
2) Volume produksi ditentukan oleh monopolis,sesuai dengan keuntungan yang ingin diperolehnya.
3) Terjadi eksploitasi oleh monopolis terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.
Pemerintah dapat mencegah atau mengurangi kerugian yang disebabkan oleh pelaku monopoli dengan cara berikut.
1) Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang antimonopoly.
2) Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis.
3) Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis.
4) Campur tangan pemerintah dalam penentuan produksi dan penentuan harga.
OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli :
1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang mengasai pasar.
2) Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).
3) Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan diluar pasar untuk masuk kedalam pasar.
4) Satu diantara oligopolis merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.
Dampak negatif oligopli terhadap perekonomian
1) Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
2) Timbul inefisiensi produksi.
3) Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
4) Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang mynculnya inflasi yang kronis.
Kebijakan dalam mengatasi oligopoli
1) Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru ke dalam pasar untuk menciptakan persaingan.
2) Diberlakukannya undang-undang anti kerjasama antarprodusen.
MONOPOLISTIK
Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran dimana terdapat sejumlah besar penjual/produsen yang menawarkan barang yang sama, namun masing-masing memiliki ciri-ciri khusus.
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik adalah :
1) Terdapat banyak penjual/produsen di pasar.
2) Barang yang diperjualbelikan merupakan differentiated product.
3) Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual/produsen aktif melakukan promosi/iklan.
5) Keluar-masuk pasar relatif mudah dibandingkan dengan pasar monopoli dan oligopoli.
Keadaaan pasar disini mengandung usur monopoli dan sekaligus unsure persaingan, maka disebut pasar persaingan monopolistik. Barang/jasa yang ada dewasa ini kebanyakan interaksi antara permintaan dengan penawaran yang menunjukkan pola pasar persaingan monopolistic dan bentuk pasar inilah yang paling mendekati kenyataan yang ada.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1) Harga ditentukan oleh mekanisme pasar. Bentuk pasar yang dimaksud adalah ….
a. Pasar persaingan sempurna d. monopolistik
b. Pasar persaingan tidak sempurna e. oligopoli
c. Monopoli
2) Dalam pasar persaingan sempurna, garis kurva permintaan adalah horizontal, sebab ….
a. Produsen tidak dapat mempengaruhi harga
b. Produsen dapat mempengaruhi harga
c. Produsen tidak dapat meningkatkan produksi
d. Jumlah produksi melimpah
e. Produsen termotivasi menigkatkan harga.
3) Pasar monopolistik mempunyai ciri ….
a. Tidak adanya barang-barang substitusi
b. Wilayah pasar sempit
c. Konsumen diberi kebebasan sepenuhnya untuk memilih keinginannya
d. Konsumen mempunyai kebebasan tetapi sudah banyak terpengaruh
e. Konsumen tidak mempunyai kebebasan menolong harga
4) Terdapat barang-barang yang merupakan product differentiated adalah ciri dari ….
a. Pasar monopoli d. pasar monopolistik
b. Pasar oligopoli e. pasar monopsoni
c. Pasar duopsoni
5) Campur tangan pemerintah dalam pembentukan harga dapat berupa ….
a. Menawarkan barang d. menjual barang
b. Membeli barang e. menetapkan harga maksimum
c. Mensuplai barang
6) Persamaan antara pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna adalah ….
a. Dalam jangka panjang diperoleh keuntungan yang besar
b. Inefisiensi produksi
c. Pengetahuan penjual dan pembeli pada pasar sempurna
d. Banyak penjual dan pembeli
e. Barang-barang yang di jual sejenis
7) Perusahaan harus memproduksi pada tingkat output dimana ….
a. MR < MC d. MR + MC = 1
b. MR > MC e. MR + ME = -1
c. MR = MC
8) Di kota ini ada ratusan rumah makan yang menjual nasi bebek. R.M Ella contohnya yang paling laris jauh diatas rumah makan lain. Struktur pasar yang dihadapi R.M Ella adalah ….
a. Duopoli d. persaingan sempurna
b. Oligopoli e. monopoli
c. Persaingan tidak sempurna
9) Kurva permintaan pada pasar persaingan sempurna berbentuk horizontal, artinya ….
a. Secara aktual perusahaan akan menjual produknya secara tak terhingga pada tingkat harga tertentu.
b. Perusahaan tidak dapat merubah harga pasar
c. Perusahaan mendapatkan laba super normal
d. Hanya terdapat satu perusahaan yang menguasai pasar
e. Suatu perusahaan dapat mempengaruhi harga pasar
10) Diferensiasi produk terjadi pada keadaan berikut ….
a. Mobil mercy di jual dengan harga lima kali harga mobil sejenis
b. Daging sapi di jual di pasar dalam satuan kilogram tanpa di beri merk
c. Kangkung di jual per ton
d. Tarif angkutan ditetapkan oleh pemerintah
e. Teh botol di jual dengan harga yang sangat murah
SOAL MAKALAH EKONOMI
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 8 & 9
1. A
2. A
3. A
4. D
5. E
6. C
7. C
8. A
9. B
10. A
UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG
” KAMPUS J ”
TAHUN 2010
10.1. Kesimpulan
Dalam makalah Softskill ini saya membahas tentang Ilmu Ekonomi, yaitu :
Bab 5 menjelaskan Perilaku Produsen yang menguraikan tentang produsen dan fungsi produksi, produksi optimal dan Least cost combination
Bab 6 dan 7 Ongkos dan Penerimaan yang membahas tentang macam-macam ongkos, kurva ongkos, dan penerimaan
Bab 8 & 9 ialah menjelaskan Macam-macam pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna
10.2. Saran
Demikianlah kesimpulan yang dapat saya jelaskan pada makalah ini. Yang menjelaskan tentang perekonomian. Dengan membuat makalah ini bersifat dan betujuan supaya mahasiswa mendapatkan motivasi dalam berusaha. Dan mendapatkan skill yang lebih baik. Maka apabila ada kesalahan di dalam makalah ini silahkan berikan kritik dan saran anda , agar saya dapat memperbaiki makalah ini dengan baik.
daftar pustaka
1. Sukwiaty, Jamal Sudirman, Sukamto Slamet. 2003. Ekonomi kelas 1 SMA. Bandung: Yudisthira.
2. Sadono sukirno. 1999. Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.
3. Tim MGMP. 2004. Bahan Ajar Ekonomi. Jakarta: MGMP Ekonomi.
4. Hera Susanti, widyanti Soetjipto. 1994. Pemandu Belajar Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
5. http://www.google.ekonomimikro.com
Kamis, 15 April 2010
tugas makalah akademis
kata pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum. Adapun judul dari makalah ini adalah “ Ekonomi “ .
Selain itu tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada Dosen bidang studi Teori Organisasi Umum , Bapak Nurhadi. Karena saya sadar maksud beliau memberikan tugas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas belajar kami dan menambah pengetahuan kami.
Akhir kata “ Tak ada gading yang Tak retak (tak ada sesuatu yang sempurna) “ begitu pula dengan makalah yang telah saya buat ini. Oleh karena itu , saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Dan semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca atau menyimaknya.
Bekasi, Maret 2010
Penyusun
JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................ ii
BAB I
RUANG LINGKUP EKONOMI
1.1 Definisi dan Metodologi Ekonomi .................................................... 1
1.2 Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga ………………... 2
1.3 Sistem Perekonomian …………………………………….…………………………… 3
BAB II
PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
2.1 Pengertian .......................................................................................... ……. 4
2.2 Hukum Permintaan dan Penawaran ……………………………........ ……………….. 5
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi ………........................................................ 8
2.4 Penentuan Harga Keseimbangan ............................................... 26
BAB III
PERILAKU KONSUMEN
3.1 Pendahuluan ……............................................................... 30
3.2 Pendekatan Perilaku Konsumen ................................................................ 36
3.3 Konsep Elastisitas ……………………………………………………………………..….. 37
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan ..................................................................................... 39
4.2 Saran & Pendapat .......................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... iii
BAB 1
Ruang Lingkup Ekonomi
Definisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikanya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa yang akan dating, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat. Definisi diatas dikemukakan oleh Profesor P.A Samuelson, salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka di dunia, yang menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970.
Ekonomi menurut bahasa Sansekerta dibagi menjadi 2 kata yaitu Oikos dan Nomos, yang artinya adalah Oikos yaitu Rumah tangga dan Nomos yaitu Aturan.Jadi Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang aturan rumah tangga. Yang manfaatnya agar pengeluaran dan pemasukan menjadi balance (seimbang).
Metodologi Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sudah berkembang sejak beberapa abad yang lalu. Perkembangannya sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dan ahli ekonomi Inggris menerbitkan bukunya yang berjudul: “ An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”. Beberapa pandangan dalam buku ini masih tetap mendapat dukungan dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi di masa ini. Adam Smith boleh dipandang sebagai “bapak” dari ilmu ekonomi.
Adapun aspek-aspek yang erat hubunganya dengan metodologi dalam analisis ekonomi, yaitu :
• Masalah ekonomi pokok yang dihadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan.
• Jenis-jenis analisis ekonomi.
• Ciri-ciri utama sesuatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
Masalah Pokok Ekonomi Menurut Ekonomi Klasik
Dari keterbatasan sumber daya dan keinginan yang tidak terbatas munculah masalah pokok ekonomi.
Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dulu dan tetap ada hingga sekarang. Berikut ini akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.
Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Menurut Adam Smith kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukan suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat tidaklah mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.
Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi.
a. Masalah Produksi
Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Munculnya pertanyaan tersebut diatas tak lain karena heterogennya masyarakat. Dengan demikian, tentu menimbulkan permasalahan bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran apabila memproduksi suatu barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.
b. Masalah Distribusi
Agar barang/jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik. Contoh, dari kebun
hasil panen perlu alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik agar hasil panen cepat sampai ketangan konsumen dan tidak tertimbun pada produsen.
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh produsen tergantung kepada kondisi produsen, hasil produksi, dan lingkungan masyarakat secara keseluruhan.
c. Masalah Konsumsi
Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula. Persoalan yang muncul apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaiman mestinya?
Masalah konsumsi sangat berhubungan erat dengan situasi dan kondisi masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, sosial, budaya, tingkat pendapatan serta agama.
Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern
Para ahli ekonomi modern sepakat bahwa dengan sumber daya yang tersedia, paling sedikit ada tiga masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.
a. Barang dan jasa apa dan berapa banyak yang akan diproduksi? (What)
Mengingat bahwa sumber produksi yang tersedia terbatas dan penggunaannya bersifat alternatif, maka masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Masyarakat dapat memilih satu atau beberapa jenis barang dan jasa yang akan diproduksi dengan perbandingan tertentu. Pilihan yang dilakukan oleh masyarakat ini tentunya yang dipandang paling menguntungkan dan memberikan manfaat yang paling besar bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan. Dengan adanya perdagangan Internasional kebutuhan dari negara satu ke negara lain bisa terpenuhi dan saling melengkapi karena disetiap negara tidak sama akan produksi yang mereka buat karena perbedaan sumber daya alam.
b. Bagaiman cara memproduksi? (How?)
Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada didalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentuan pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi. Misalnya, di bidang pertanian, untuk menghasilkan produksi dapat dilakukan dengan padat modal atau padat karya. Jika tempatnya berada pada daerah padat penduduk sebaiknya dipilih pada karya, sehingga dapat menekan pengangguran, sedangkan jika tempatnya berada didaerah yang penduduknya sedikit dipilih padat modal.
c. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan? (for Whom?)
Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah barang atau jasa hanya untuk orang kaya saja? Apakah pendapatan nasional telah didistribusikan secara adil? Haruskah gaji para manajer sepuluh kali lipat dari buruh? Apakah proyek mobil murah perlu dilaksanakan agar penduduk berpendapatan rendah dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang/jasa diproduksi.
Ketiga masalah diatas yaitu what, how dan for whom bersifat fundamental dan bersifat kait mengait satu dengan yang lainya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju, namun tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapi oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.
Menurut seorang ahli ekonomi membuat teori bahwa kalau pendapatan seseorang naik, maka pengeluaranya untuk membeli makanan dan kebutuhan yang lainya akan bertambah. Jadi pendapatan seseorang mempengaruhi akan tingkat kebutuhannya, inipun saya rasakan sendiri.
Sistem Perekonomian
Permasalahan masyarakat yang telah disebutkan sebelumnya diusahakan pemecahannya. Usaha tersebut diwujudkan melalui sistem ekonomi yang dipilih suatu negara. Sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi yang sebelumnya sudah dibahas pada pembahasan masalah pokok ekonomi menurut aliran modern. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.
Menurut Bachrawi Sanusi, pemilihan system ekonomi mana yang akan diterapkan dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini :
a) Sumber-sumber historis, kultural, cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap penduduk.
b) Sumber daya alam dan iklim.
c) Filsafat yang dimiliki dan dibela sebagian besar penduduk.
d) Teorisasi pengalaman yang dilakukan oleh penduduk.
e) Uji coba.
Pada dasarnya didunia ini hanya ada dua bentuk sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi liberal dan system ekonomi sosialis. Kedua system tersebut saling bertentangan satu sama lainya. Akan tetapi, kenyataannya tidak ada satu negara pun didunia ini yang melaksanakan kedua sistem tersebut di atas secara murni. Agar jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu sistem ekonomi yang ada.
Sistem Ekonomi Tradisional
Adalah sistem ekonomi yang diterapakan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun, mengandalkan alam dan tenaga kerja. Contohnya pada suku tradisional di Lembah Baliem, Irian Jaya dalam menjawab masalah- masalah ekonomi mereka. Semuanya telah diatur dengan rapi, yaitu dengan adat. Adat sangat menentukan kapan masa berperang, kapan mengadakan panen, sitem pertanian yang dipakai dan lain-lain.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional :
1. Tehnik produksi bersifat sederhana
2. Sedikit modal
3. Pertukaran dengan sistem barter
4. Tidak ada pembagian kerja
5. Berdasarkan tradisi
Dari ciri-ciri diatas dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi tradisional mempunyai kebaikan dan kelemahan. Kebaikanya yaitu terjadinya persaingan yang sehat serta tidak menimbulkan tekanan jiwa dalam masyarakat karena anggota masyarakat tidak dibebani oleh target-target tertentu yang harus dicapai. Namun kelemahannya yaitu masyarakatnya sulit berkembang karena tidak adanya persaingan.
Sistem Ekonomi Komando/Terpusat/Sosialis
Adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Sistem ekonomi terpusat ini didasari oleh asumsi bahwa pemerintah (penguasa) dianggap dapat menentukan yang terbaik untuk masyarakatnya. Negara-negara yang biasanya menganut sistem ekonomi terpusat adalah Negara-negara sosialis/komunis, seperti RRC dan Kuba.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Semua alas dan sumber produksi dikuasai oleh Negara
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak bebas memilih pekerjaan
4. Kebijakan ekonomi diatur oleh pemerintah
5. Kepemilikan alat produksi sepenuhnya pada pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Pemerintah mudah melakukan pengendalian inflasi, pengangguran, dan lainya
2. Mudah melakukan distribusi pendapatan
3. Jarang terjadi krisis ekonomi
Keburukan sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli
3. Masyarakat tidak bebas memiliki sumber produksi
Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis
Adalah sistem ekonomi dimana kegiatan ekonomi produksi, distribusi, dan konsumsi di lakukan oleh pihak swasta. Prinsip yang mendasari sistem ini yaitu kebebasan individu, kebebasan berusaha, kebebasan memilih, kebebasan berinisiatif, kebebasan memiliki dan sebagainya.
Kenyataanya tidak satupun Negara di dunia ini yang menerapkan sistem ekonomi liberal secara murni. Misalnya saja Amerika Serikat yang di kenal sebagai Negara liberal, dalam praktik masih ada campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi. Negara-negara penganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, dan Itali.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar/liberal/kapitalis:
1. Kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan dan dilaksanakan oleh swasta/masyarakat
2. Kebebasan masyarakat untuk memiliki alat-alat produksi dan berusaha diakui
3. Hak milik perorangan diakui
4. Pemerintah tidak campur tangan langsung
5. Selalu berorientasi mencari keuntungan (profit oriented)
Kebaiakan sistem ekonomi pasar/liberal/kapitalis :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat
2. Setiap individu bebas memiliki sumber produksi
3. Timbul persaingan untuk maju
4. Menimbulkan barang bermutu tinggi
5. Efisiensi dan efektifitas tinggi
Keburukan system ekonomi pasar/liberal/kapitalis :
1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan
2. Munculnya monopoli
3. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
Sistem Ekonomi Campuran
Adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah. Dalam sistem ekonomi campuran (mixed economy) mekanisme harga dan pasar bebas yang dianut oleh sistem ekonomi pasar bebas dapat berdampingan dengan adanya perencanaan dari pusat seperti yang dianut oleh system ekonomi komando. Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar, namun pada batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali campur tangan.
Sistem Ekonomi Indonesia
.
Sistem ekonomi Indonesia disebut sistem demokrasi ekonomi atau system ekonomi pancasila, yaitu sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ciri-ciri positif (yang harus ada) dalam demokrasi ekonomi :
1. Perekonomian disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan untuk kemakmuran rakyat.
4. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
5. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi masyarakat dikembangkan.
6. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas dapat dilihat dari …
a. Cara manusia dalam mencari nafkah
b. Cara manusia dalam memenuhi kebutuhan yans selalu tidak puas
c. Cara manusia dalam menghemat penghasilanya
d. Cara manusia dalam menghabiskan semua pendapatanya
e. Cara manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya
2. Jumlah sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia sifatnya …
a. Langka atau terbatas dibandingkan dengan kebutuhannya
b. Bebas dan dapat dieksploitasi sesuai yang dibutuhkan
c. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
d. Sangat banyak karena merupakan benda potensial yang dapat diusahakan
e. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak saja
3. Perhatikan matrik kebutuhan berikut ini:
A B C
1.Tabungan 1.Alat-alat tulis 1.Komputer
2.Buku pelajaran 2.Mobil 2.Asuransi
3.Hiburan 3.Pendidikan 3.Pakaian seragam
Berdasarkan matrik diatas yang termasuk kebutuhan masa sekarang bagi seorang pelajar adalah …
a. A1, B2 dan C3 d. A3, B2 dan C2
b. A1, B3 dan C3 e. A2, B1 dan C3
c. A2, B1 dan C1
4. Adanya proses produksi yang dilakukan manusia karena …
a. Pengaruh peraturan pemerintah
b. Adanya kebijakan dalam bidang ekonomi
c. Persediaan di alam yang terbatas
d. kebutuhan hidup manusia yang terbatas
e. Melangsungkan keturunan
5. Perhatikan kegiatan pelaku ekonomi dibawah ini:
1. Membeli barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari
2. Menerima gaji bulanan setiap tanggal 25
3. Menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan permintaan pasar
4. Membayar sewa tempat yang di gunakan untuk usaha produksi
5. Membeli dan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat
Kegiatan di atas yang dilakukan oleh produsen adalah …
a. 1 dan 3 d. 3 dan 5
b. 2 dan 4 e. 4 dan 5
c. 3 dan 4
6. Sistem pasar bebas adalah sistem ekonomi yang paling ideal karena …
a. Pemerintah tidak campur tangan dalam mengatur kegiatan ekonomi
b. Masyarakat mempunyai kebebasan dalam memilih pekerjaan dan barang yang ingin mereka konsumsikan
c. Kegiatan ekonomi dapat diatur dengan lebih efisien dan pertumbuhan ekonomi selalu teguh
d. Komposisi barang dan jasa yang diproduksikan oleh sistem ekonomi tersebut sesuai dengan yang diperlukan masyarakat
e. Masyarakat tidak bebas berkreasi dan menkonsumsi barang
7. Perhatikan matrik ciri-ciri sistem ekonomi berikut:
A B C
1. Perencanaan disusun oleh pemerintah
2. Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
3. Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas 1. Relatif tidak ada jurang pemisah antara si miskin dan si kaya
2. Produksi, distribusi dan konsumsi diatur oleh pemerintah
3. Modal memegang peranan penting 1. Mudah mengadakan pengendalian harga
2. Hak milik alat-alat produksi di tangan perorangan
3. Inisiatif dan hak perorangan dibatasi
Berdasarkan matrik diatas yang merupakan ciri system ekonomi terpusat adalah …
a. A1, B1 dan C1 d. A3, B2 dan C3
b. A2, B2 dan C3 e. A3, B3 dan C2
c. A1, B2 dan C3
8. Perhatikan pernyataan berikut:
1. Tersedianya tenaga kerja terampil
2. Keserakahan manusia dalam memenuhi kebutuhannya
3. Situasi sosial dan politik suatu bangsa
4. Perkembangan IPTEK tidak sesuai dengan peningkatan kebutuhan
5. Ketidakmampuan mengolah sumber daya alam
Dari pernyataan diatas yang termasuk sebab-sebab terjadinya kelangkaan adalah …
a. 2, 4 dan 5 d. 1, 2 dan 4
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 5
9. Apakah yang menyebabkan seseorang, suatu masyarakat atau pengusaha perlu memikirkan cara yang terbaik intuk melakukan kegiatanya ?
a. Untuk memaksimumkan kepuasan atau untung
b. Untuk memastikan keseimbangan diantara keinginan untuk memperoleh barang dan kemampuan perekonomian menghasilkan barang tersebut
c. Untuk memaksimumkan tingkat produksi di berbagai kegiatan ekonomi
d. Untuk menyamaratakan tingkat pendapatan dan kemakmuran masyarakat
e. Untuk memaksimumkan kebutuhanya
10. Yang manakah dari yang berikut adalah pernyataan normatif ?
a. Panen yang melimpah menurunkan harga beras
b. Perekonomian Amerika Serikat lebih maju dari perekonomian Indonesia
c. Masalah pengangguran perlu terlebih dulu diatasi dari masalah inflasi
d. Perbelanjaan pendididkan yang lebih banyak akan memperbaiki mutu tenaga kerja di suatu negara
e. Produksi gula dan kopi turun sehingga harganya akan naik
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 1
1. B
2. A
3. E
4. B
5. D
6. D
7. C
8. A
9. B
10. D
BAB 2
Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran
A. Permintaan (Demand)
i. Pengertian
Berapakah jumlah Coca-Cola yang dibeli konsumen jika harga turun jadi setengah dari harga semula? Dari pertanyaan diatas dapat dibuat sebuah hubungan, yaitu adanya hubungan antar jumlah Coca-Cola yang dibeli konsumen dengan harganya. Hubungan ini disebut permintaan. Permintaan menunjukan jumlah produk (baik barang atau jasa) yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu dan hal lain dianggap konstan (tidak berubah).
ii. Hukum permintaan
Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara perubahan harga terhadap perubahan barang yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya, bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus.
iii. Perubahan permintaan
Apa saja faktor yang bisa menimbulkan perubahan permintaan?
• Perubahan pendapatan konsumen
• Perubahan harga barang yang berkaitan
• Perubahan selera
• Perubahan intensitas kebutuhan
• Perubahan harapan di masa yang akan datang (expectation)
B. Penawaran (Supply)
i. Pengertian
Bila kita perhatikan barang yang telah selesai diproduksi, selanjutnya didistribusikan kepada konsumen. Pada awalnya, bila dagangan ingin laku penjual dengan cara apapun datang kepada konsumen untuk menawarkan barangnya. Penawaran suatu barang berasal dari pihak produsen. Dengan demikian penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) dengan berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per bulan, per tahun).
ii. Hukum penawaran
Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, bila haga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan.
iii. Perubahan penawaran
Faktor-faktor yang bisa memengaruhi perubahan penawaran :
• Perubahan biaya produksi
• Teknologi yang digunakan
• Harapan mendapatkan laba
• Harapan masa yang akan datang (expectation)
Menentukan Harga Keseimbangan Secara Grafik
Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah jumlah yang di tawarkan sama dengan jumlah yang diminta. Cara untuk menjelaskan bagaimana harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan ditentukan di pasar adalah dengan secara gambaran grafik, yaitu seperti yang ditunjukan pada gambar. Kurva DD menggambakan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kedua kurva tersebut dilukis berdasarkan angka permintaan dan penawaran yang terdapat dalam table pada harga diatas Rp 300 kurva penawaran berada disebelah kanan dari kurva permintaan, berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga di bawah Rp 300 keadaan yang sebaliknya berlaku. Kurva permintaan berada disebelah kanan daripada kurva penawaran, yang berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu ia cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 300 kurva permintaan dan kurva penawaran saling berpotongan, yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
D kelebihan S
500 -- penawaran
400 --
300 ------------------------------------
200 --
100 -- kelebihan permintaan
S D
400 600 800 1000 1200 1400
Jumlah barang
Gambar 1.1
Penentuan Harga kesimbangan
Buku Tulis Yang Diperjualbelikan
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Pernyataan yang menyatakan bahwa, bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus. Pengertian dari …
a. Hukum permintaan d. Pendekatan ordinal
b. Hukum penawaran e. Harga keseimbangan
c. Pendekatan kardinal
2. Faktor yang bisa memengaruhi perubahan penawaran yaitu
a. Perubahan pendapatan konsumen d. Perubahan biaya produksi
b. Perubahan harga barang yang berkaitan e. Perubahan selera
c. Perubahan intensitas kebutuhan
3. Apabila kurva permintaan bergeser ke sebelah kanan makapergeseran itu menunjukan …
a. Pertambahan dalam penawaran d. penurunan dalam permintaan
b. Pertambahan dalam permintaan e. tidak berubah
c. Penurunan dalam penawaran
4. Perhatikan tabel permintaan berikut ini:
Harga (P) Jumlah Permintaan (Q)
Rp 600,00 300 unit
Rp 800,00 200 unit
Berdasarkan table diatas, maka besarnya koefisien elastisitas permintaan adalah …
a. 0,11 d. 2,00
b. 0,50 e. 9,00
c. 1,00
5. Hal-hal yang berhubungan dengan pasar faktor produksi :
1. Permintaan datangnya dari rumah tangga konsumsi
2. Penawaran datangnya dari rumah tangga produksi
3. Imbalan yang diterima berupa gaji
4. Permintaan datangnya dari rumah tangga produksi
5. Penawaran datangnya dari rumah tangga konsumsi
Hal-hal diatas yang berhubungan dengan pasar faktor produksi tenaga kerja adalah …
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 3 dan 5
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4
6. Disebut Barang pengganti karena dapat menggantikan fungsi dari barang lain tersebut, kecuali adalah …
a. Kopi dengan teh d. baju dengan celana
b. Nasi dengan roti e. sandal dengan sepatu
c. Jarum dengan mesin jahit
7. Faktor manakah yang akan menyebabkan kurva permintaan ke atas suatu barang bergeser ke kiri ?
a. Pendapatan masyarakat bertambah
b. Negara lebih banyak mengimpor barang tersebut
c. Harga barang tersebut semakin murah
d. Penjual menurunkan harga barang-barang pengganti
e. Produsen banyak memproduksi barang untuk konsumsi
8. Dari kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran dibawah ini yang benar adalah …
a. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)
b. Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kanan)
c. Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kiri)
d. Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kanan)
e. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kiri)
9. Apabila harga barang Y meningkat permintaan keatas barang X menurun, tetapi permintaan keatas barang Z meningkat. Yang manakah dari pernyataan berikut benar ?
a. Barang X dan Z adalah barang netral
b. Barang X adalah pengganti dan barang Z adalah penggenap kepada barang Y
c. Barang X adalah penggenap dan barang Z adalah pengganti kepada barang Y
d. Barang Y adalah pengganti barang X dan Z
e. Barang X dan Y adalah pengganti barang Z
10. Akibat yang bagaimanakah akan berlaku apabila permintaan dan penawaran bertambah, dalam keadaan dimana tingkat pertambahan permintaan lebih besar dari tingkat pertambahan penawaran?
a. Harga barang meningkat tetapi jumlah barang yang diperjualbelikan menurun
b. Harga barang meningkat dan jumlah barang yang diperjualbelikan juga meningkat
c. Harga barang merosot tetapi jumlah barang yang diperjualbelikan meningkat
d. Tingkat kenaikan harga yang berlaku adalah lebih tinggi dari tingkat kenaikan produksi
e. Harga barang merosot dan jumlah barang yang diperjualbelikan stabil
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 2
1. A
2. D
3. B
4. C
5. E
6. D
7. C
8. A
9. C
10. C
BAB 3 & 4
Perilaku konsumen
Pendahuluan
Teori Tingkah Laku Konsumen
Teori ini menerangkan perilaku pembeli-pembeli di dalam menggunakan dan membelanjakan pendapatan yang diperolehnya. Seorang konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasan dalam menggunakan pendapatanya untuk membeli barang dan jasa. Untuk tujuan ini ia harus membuat pilihan-pilihan, yaitu menentukan jenis-jenis barang yang dibelinya dan jumlah yang akan dibelinya.Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan: pendekatan nilaiguna (utiliti) kardinal dan pendekatan nilaiguna ordinal. Dalam pendekatan nilaiguna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantifiser.
Perilaku konsumen adalah sikap konsumen dalam memenuhi kebutuhan yang disesuaikan dengan pendapatan.dan perilaku konsumen ternyata erat kaitanya dengan nilai guna barang ataupun jasa (utility). Biasanya orang membeli barang jasa karena barang / jasa tersebut mengandung kegunaan. Konsumen percaya bahwa barang / jasa bersangkutan dapat memuaskan kebutuhannya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II tentang nilai guna barang dan tingkat kepuasan sesorang terhadap berbagai macamkebutuhan hidupnya.
Menurut Vincent Gasperz, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi (keinginan) konsumen, yaitu :
Kebutuhan dan Keinginan
Jika kebutuhan dan keinginan konsumen besar, maka persepsi dan ekspektasi konsumen juga besar, demikian pula sebaliknya.
Pengalaman Masa lalu
Pengalaman mengkonsumsi produk yang sama atau produk lainnya yang sama fungsinya.
Pengalaman dari Teman
Teman anda yang pernah mengkonsumsi suatu produk sebelum anda, akan menceritakan kepada anda kualitas produk tersebut sehingga bisa menambah atau mengurangi persepsi atau ekspektasi anda terhadap produk yang akan anda konsumsi.
Komunikasi Iklan dan Pemasaran
Iklan dan pemasaran dapat merubah ekspektasi Anda. Mungkin saja ekspektasi anda terhadap produk makanan KFC meningkat karena ada selebritis seperti Cinta Laura seleb kegemaran anda yang menjadi bintang iklannya.
Teori Nilaiguna (Utiliti)
Di dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang di peroleh seseorang dari mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilaiguna atau utility. Kalau kepuasan itu semakin tinggi maka makin tinggilah nilaigunanya atau utilitinya.
Dalam membahas mengenai nilaiguna perlu dibedakan di antara dua pengertian: nilaiguna total dan nilaiguna marginal. Nilaiguna total mengandung arti jumlah seluruh kepuasan yang di peroleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilaiguna marginal berarti pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dari pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.
Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
1. Elastisitas Permintaan
Adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah permintaan karena terjadinya perubahan harga.
2. Koefisien Elastisitas Permintaan
Adalah angka yang digunakan untuk membedakan tingkat elastisitas permintaan.
3. Macam-Macam Elastisitas Permintaan
a. Permintaan yang elastis apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan lebih besar dari satu, artinya persentase perubahan permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga.
b. Permintaan Inelastis yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan lebih kecil dari satu, artinya persentase perubahan permintaan lebih kecil dari persentase perubahan harga.
c. Permintaan Elastis sempurna yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan sama dengan tak terhingga, artinya hal ini terjadi apabila pada harga tetap, jumlah barang yang diminta tak terbatas.
d. Permintaan Inelastis Sempurna yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan sama dengan nol, artinya hal ini terjadi apabila pada harga berapapun, jumlah permintaan tidak mengalami perubahan.
4. Elatisitas Penawaran
Adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah penawaran karena terjadinya perubahan harga.
5. Koefisien Elastisitas Penawaran
Adalah angka yang digunakan untuk membedakan tingkat elastisitas penawaran.
6. Macam-Macam Elastisitas Penawaran
a. Penawaran elastisitas adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran lebih besar dari satu, artinya persentase perubahan penawaran lebih besar daripada persentase perubahan harga.
b. Penawaran Inelastis adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran lebih kecil dari satu, artina apabila persentase perubahan penawaran lebih kecil dari persentase perubahan harga.
c. Penawaran Elatisitas Uniter adalah apabila kefisien elastisitas penawaran sama dengan satu, artinya apabila persentasa perubahan penawaran sama dengan persentase perubahan harga.
d. Penawaran Elastis Sempurna adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran sama dengan tak terhingga, artinya pada harga tertentu, jumlah barang yang ditawarkan terbatas.
e. Penawaran Inelastis Sempurna adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran sama dengan nol, artinya berapapun harga berubah, jumlah barang yang ditawarkan tidak mengalami perubahan.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Kesanggupan suatu barang untuk ditukarkan dengan barang lain adalah nilai …
a. Tukar obyektif d. Pakai obyektif
b. Tukar subyektif e. Guna alami
c. Guna obyektiif
2. Nilai suatu barang tidak ditentukan oleh biaya produksi tetapi oleh biaya reproduksi.
Pernyataan diatas adalah ajaran teori …
a. nilai subyektif d. nilai tukar subyektif
b. refroduction cost value theory e. nilai guna barang
c. nilai obyektif
3. jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu disebut …
a. grafik permintaan d. permintaan
b. elastisitas permintaan e. hukum penawaran
c. kurva permintaan
4. Mengenai nilai guna barang dan tingkat kepuasan seseorang terhadap berbagai macam kebutuhan hidupnya. Bunyi tersebut tentang …
a. Hukum permintaan d. permintaan dan penawaran
b. Hukum penawaran e. keseimbangan
c. Hukum Gossen
5. apabila harga turun 10%, permintaan naik 30%, hal ini menunjukan sifat …
a. permintaan elastisitas uniter d. penawaran ilelastis
b. penawaran elastis e. permintaan inelastis
c. permintaan elastic
6. jika pemerintah menerapkan kebiajakan penetapan harga minimum sebenarnya pemerintah ingin melindungi …
a. konsumen d. masyarakat ekonomi lemah
b. produsen e. konsumen di pedesaan
c. produsen dan konsumen
7. penawaran bersifat elastis sempurna apabila pada harga tertentu, kuantitas barang yang ditawarkan tidak terbatas. Maka kurva penawaranya …
a. sejajar dengan garis harga d. dibuat dari kiri bawah ke kanan atas
b. sejajar dengan garis jumlah e. dibuat dari kanan atas ke kiri bawah
c. dibuat dari kiri atas ke kanan bawah
8. persentase perubahan penawaran lebih besar dari pada persentase perubahan harga, maka penawaranya bersifat …
a. elastis d. elastis sempurna
b. inelastis e. inelastis sempurna
c. elastis uniter
9. faktor yang mempengaruhi penawaran selain harga adalah, kecuali …
a. naiknya biaya produksi d. tersedianya sarana produksi
b. penambahan jumlah produksi e. kemajuan teknologi
c. bertambahnya jumlah penduduk
10. berikut ini adalah kebijakan pemerintah dalam pembentukkan harga, kecuali …
a. memberikan subsidi d. menetapkan harga terendah
b. menetapkan pajak penjualan e. menetapkan bea masuk untuk barang impor
c. menetapkan harga eceran tertinggi
11. disebut permintaan inelastis sempurna jika …
a. Ed = ~ d. Ed < 1
b. Ed = 1 e. Ed = 0
c. Ed > 1
12. Es > 1, artinya …
a. persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan jumlah penawaran
b. persentase perubahan harga lebih besar dari persentase perubahan jumlah penawaran
c. persentase perubahan harga lebih besar dari persentase perubahan jumlah permintaan
d. persentase perubahan harga lebih kecil dari persentase perubahan jumlah penawaran
e. persentase perubahan harga lebih kecil dari persentase perubahan permintaan
13. pola konsumsi suatu keluarga dalam masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti berikut ini, kecuali …
a. besar kecilnya tingkat tabungan yang diinginkan
b. besar kecilnya tingkat penghasilan yang diperoleh
c. besar kecilnya jumlah anggota keluarga
d. tingkat harga kebutuhan
e. lingkungan tempat tinggal dimana keluarga itu berada
14. perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang sifatnya berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali …
a. selera konsumen d. pendapatan seseorang
b. intensitas kebutuhan e. ada tidaknya barang subtitusi
c. banyaknya barang produksi lama
15. orang memberikan nilai kepada suatu benda karena benda itu dapat …
a. dipakai dan dapat dijual
b. dikonsumsi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
c. dipakai dan dapat diuangkan
d. dipakai dan dapat dijual
e. dipakai dan dapat digunakan
16. barang seni (antik) menurut David Ricardo mempunyai nilai yang tinggi karena …
a. digemari banyak orang d. sulit didapatkan oleh manusia
b. sulit diperbanyak e. pembuatanya membutuhkan lama
c. harganya mahal
17. tinggi rendahnya nilai batas suatu benda ditentukan oleh …
a. nilai pakai obyektif dari benda itu d. banyak sedikitnya benda itu dinilai
b. sulit tidaknya benda itu diproduksi e. nilainya dapat memenuhi kebutuhan manusia
c. mahal tidaknya benda itu
18. salah satu yang menjadi pertimbangan produsen akan melepas atau menahan hasil produksinya adalah …
a. pertimbangan biaya produksi d. adanya motif spekulasi
b. permintaan dan penawaran e. produsen belum membutuhkan uang tunai
c. adanya peraturan pemerintah
19. produsen submarginal akan menjual hasil produksinya jika harga dipasar …
a. mulai turun d. berubah-ubah
b. mulai naik e. ditetapkan oleh pemerintah
c. tetap stabil
20. seorang konsumen akan mencapai kepuasan maksimum dari membelanjakan sejumlah uang apabila …
a. nilaiguna total setiap barang sama
b. nilaiguna marginal setiap barang sama
c. jumlah rupiah yang dibelanjakan ke setiap barang sama
d. nilaiguna marginal per rupiah setiap barang sama
e. nilaiguna total setiap barang berbeda
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 3 Dan 4
1. A 11.E
2.B 12.B
3.D 13.E
4.C 14.C
5.E 15.E
6.A 16.B
7.A 17.A
8.A 18.D
9.E 19.B
10.C 20.C
BAB V
5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam makalah ini saya membahas tentang Ekonomi, yaitu :
Bab pertama menjelaskan ruang lingkup Eekonomi yang terdiri dari definisi & metiilogi Ekonomi, Permasalahan Pokok Ekonomi, Pengaru Mekanisne harga pada
Bab kedua yaitu Penentuan harga permintaan dan penawaran yang terdiri dari pengertian, hukum-hukunya, factor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga keseimbangan
Bab ketiga dan keempat ialah menjelaskan tentang perilaku konsumen yang terdiri dari pendaguluan, pendekatan kordinal dan pendekatan ordinal, serta konsep elastisitas (harga, silang, dan pendapatan)
5.2. Saran
Demikianlah kesimpulan yang dapat saya jelaskan pada makalah ini. Yang menjelaskan tentang perekonomian. Dengan membuat makalah ini bersifat dan betujuan supaya mahasiswa mendapatkan motivasi dalam berusaha. Dan mendapatkan skill yang lebih baik. Maka apabila ada kesalahan di dalam makalah ini silahkan berikan kritik dan saran anda , agar saya dapat memperbaiki makalah ini dengan baik.
1. Sukwiaty, Jamal Sudirman, Sukamto Slamet. 2003. Ekonomi kelas 1 SMA. Bandung: Yudisthira.
2. Sadono sukirno. 1999. Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.
3. Tim MGMP. 2004. Bahan Ajar Ekonomi. Jakarta: MGMP Ekonomi.
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum. Adapun judul dari makalah ini adalah “ Ekonomi “ .
Selain itu tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan karya tulis ini, terutama kepada Dosen bidang studi Teori Organisasi Umum , Bapak Nurhadi. Karena saya sadar maksud beliau memberikan tugas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas belajar kami dan menambah pengetahuan kami.
Akhir kata “ Tak ada gading yang Tak retak (tak ada sesuatu yang sempurna) “ begitu pula dengan makalah yang telah saya buat ini. Oleh karena itu , saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Dan semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca atau menyimaknya.
Bekasi, Maret 2010
Penyusun
JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................ ii
BAB I
RUANG LINGKUP EKONOMI
1.1 Definisi dan Metodologi Ekonomi .................................................... 1
1.2 Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga ………………... 2
1.3 Sistem Perekonomian …………………………………….…………………………… 3
BAB II
PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
2.1 Pengertian .......................................................................................... ……. 4
2.2 Hukum Permintaan dan Penawaran ……………………………........ ……………….. 5
2.3 Faktor Yang Mempengaruhi ………........................................................ 8
2.4 Penentuan Harga Keseimbangan ............................................... 26
BAB III
PERILAKU KONSUMEN
3.1 Pendahuluan ……............................................................... 30
3.2 Pendekatan Perilaku Konsumen ................................................................ 36
3.3 Konsep Elastisitas ……………………………………………………………………..….. 37
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan ..................................................................................... 39
4.2 Saran & Pendapat .......................................................................... 40
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... iii
BAB 1
Ruang Lingkup Ekonomi
Definisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikanya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa yang akan dating, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat. Definisi diatas dikemukakan oleh Profesor P.A Samuelson, salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka di dunia, yang menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970.
Ekonomi menurut bahasa Sansekerta dibagi menjadi 2 kata yaitu Oikos dan Nomos, yang artinya adalah Oikos yaitu Rumah tangga dan Nomos yaitu Aturan.Jadi Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang aturan rumah tangga. Yang manfaatnya agar pengeluaran dan pemasukan menjadi balance (seimbang).
Metodologi Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sudah berkembang sejak beberapa abad yang lalu. Perkembangannya sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan bermula sejak tahun 1776, yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dan ahli ekonomi Inggris menerbitkan bukunya yang berjudul: “ An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations”. Beberapa pandangan dalam buku ini masih tetap mendapat dukungan dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi di masa ini. Adam Smith boleh dipandang sebagai “bapak” dari ilmu ekonomi.
Adapun aspek-aspek yang erat hubunganya dengan metodologi dalam analisis ekonomi, yaitu :
• Masalah ekonomi pokok yang dihadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan.
• Jenis-jenis analisis ekonomi.
• Ciri-ciri utama sesuatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
Masalah Pokok Ekonomi Menurut Ekonomi Klasik
Dari keterbatasan sumber daya dan keinginan yang tidak terbatas munculah masalah pokok ekonomi.
Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dulu dan tetap ada hingga sekarang. Berikut ini akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.
Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Menurut Adam Smith kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukan suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat tidaklah mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.
Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi.
a. Masalah Produksi
Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Munculnya pertanyaan tersebut diatas tak lain karena heterogennya masyarakat. Dengan demikian, tentu menimbulkan permasalahan bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran apabila memproduksi suatu barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.
b. Masalah Distribusi
Agar barang/jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik. Contoh, dari kebun
hasil panen perlu alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik agar hasil panen cepat sampai ketangan konsumen dan tidak tertimbun pada produsen.
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh produsen tergantung kepada kondisi produsen, hasil produksi, dan lingkungan masyarakat secara keseluruhan.
c. Masalah Konsumsi
Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula. Persoalan yang muncul apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaiman mestinya?
Masalah konsumsi sangat berhubungan erat dengan situasi dan kondisi masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, sosial, budaya, tingkat pendapatan serta agama.
Masalah Pokok Ekonomi Menurut Aliran Modern
Para ahli ekonomi modern sepakat bahwa dengan sumber daya yang tersedia, paling sedikit ada tiga masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi.
a. Barang dan jasa apa dan berapa banyak yang akan diproduksi? (What)
Mengingat bahwa sumber produksi yang tersedia terbatas dan penggunaannya bersifat alternatif, maka masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi. Masyarakat dapat memilih satu atau beberapa jenis barang dan jasa yang akan diproduksi dengan perbandingan tertentu. Pilihan yang dilakukan oleh masyarakat ini tentunya yang dipandang paling menguntungkan dan memberikan manfaat yang paling besar bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan. Dengan adanya perdagangan Internasional kebutuhan dari negara satu ke negara lain bisa terpenuhi dan saling melengkapi karena disetiap negara tidak sama akan produksi yang mereka buat karena perbedaan sumber daya alam.
b. Bagaiman cara memproduksi? (How?)
Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya yang ada didalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentuan pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi. Misalnya, di bidang pertanian, untuk menghasilkan produksi dapat dilakukan dengan padat modal atau padat karya. Jika tempatnya berada pada daerah padat penduduk sebaiknya dipilih pada karya, sehingga dapat menekan pengangguran, sedangkan jika tempatnya berada didaerah yang penduduknya sedikit dipilih padat modal.
c. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan? (for Whom?)
Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah barang atau jasa hanya untuk orang kaya saja? Apakah pendapatan nasional telah didistribusikan secara adil? Haruskah gaji para manajer sepuluh kali lipat dari buruh? Apakah proyek mobil murah perlu dilaksanakan agar penduduk berpendapatan rendah dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang/jasa diproduksi.
Ketiga masalah diatas yaitu what, how dan for whom bersifat fundamental dan bersifat kait mengait satu dengan yang lainya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju, namun tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapi oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.
Menurut seorang ahli ekonomi membuat teori bahwa kalau pendapatan seseorang naik, maka pengeluaranya untuk membeli makanan dan kebutuhan yang lainya akan bertambah. Jadi pendapatan seseorang mempengaruhi akan tingkat kebutuhannya, inipun saya rasakan sendiri.
Sistem Perekonomian
Permasalahan masyarakat yang telah disebutkan sebelumnya diusahakan pemecahannya. Usaha tersebut diwujudkan melalui sistem ekonomi yang dipilih suatu negara. Sistem ekonomi adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menjawab secara tuntas masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi yang sebelumnya sudah dibahas pada pembahasan masalah pokok ekonomi menurut aliran modern. Efektif atau tidaknya jawaban-jawaban yang diberikan sangat tergantung kepada sistem ekonomi yang dipilih.
Menurut Bachrawi Sanusi, pemilihan system ekonomi mana yang akan diterapkan dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini :
a) Sumber-sumber historis, kultural, cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap penduduk.
b) Sumber daya alam dan iklim.
c) Filsafat yang dimiliki dan dibela sebagian besar penduduk.
d) Teorisasi pengalaman yang dilakukan oleh penduduk.
e) Uji coba.
Pada dasarnya didunia ini hanya ada dua bentuk sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi liberal dan system ekonomi sosialis. Kedua system tersebut saling bertentangan satu sama lainya. Akan tetapi, kenyataannya tidak ada satu negara pun didunia ini yang melaksanakan kedua sistem tersebut di atas secara murni. Agar jelasnya dibawah ini akan diuraikan satu persatu sistem ekonomi yang ada.
Sistem Ekonomi Tradisional
Adalah sistem ekonomi yang diterapakan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun, mengandalkan alam dan tenaga kerja. Contohnya pada suku tradisional di Lembah Baliem, Irian Jaya dalam menjawab masalah- masalah ekonomi mereka. Semuanya telah diatur dengan rapi, yaitu dengan adat. Adat sangat menentukan kapan masa berperang, kapan mengadakan panen, sitem pertanian yang dipakai dan lain-lain.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional :
1. Tehnik produksi bersifat sederhana
2. Sedikit modal
3. Pertukaran dengan sistem barter
4. Tidak ada pembagian kerja
5. Berdasarkan tradisi
Dari ciri-ciri diatas dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi tradisional mempunyai kebaikan dan kelemahan. Kebaikanya yaitu terjadinya persaingan yang sehat serta tidak menimbulkan tekanan jiwa dalam masyarakat karena anggota masyarakat tidak dibebani oleh target-target tertentu yang harus dicapai. Namun kelemahannya yaitu masyarakatnya sulit berkembang karena tidak adanya persaingan.
Sistem Ekonomi Komando/Terpusat/Sosialis
Adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Sistem ekonomi terpusat ini didasari oleh asumsi bahwa pemerintah (penguasa) dianggap dapat menentukan yang terbaik untuk masyarakatnya. Negara-negara yang biasanya menganut sistem ekonomi terpusat adalah Negara-negara sosialis/komunis, seperti RRC dan Kuba.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Semua alas dan sumber produksi dikuasai oleh Negara
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak bebas memilih pekerjaan
4. Kebijakan ekonomi diatur oleh pemerintah
5. Kepemilikan alat produksi sepenuhnya pada pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Pemerintah mudah melakukan pengendalian inflasi, pengangguran, dan lainya
2. Mudah melakukan distribusi pendapatan
3. Jarang terjadi krisis ekonomi
Keburukan sistem ekonomi komando/terpusat/sosialis :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli
3. Masyarakat tidak bebas memiliki sumber produksi
Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis
Adalah sistem ekonomi dimana kegiatan ekonomi produksi, distribusi, dan konsumsi di lakukan oleh pihak swasta. Prinsip yang mendasari sistem ini yaitu kebebasan individu, kebebasan berusaha, kebebasan memilih, kebebasan berinisiatif, kebebasan memiliki dan sebagainya.
Kenyataanya tidak satupun Negara di dunia ini yang menerapkan sistem ekonomi liberal secara murni. Misalnya saja Amerika Serikat yang di kenal sebagai Negara liberal, dalam praktik masih ada campur tangan pemerintah dalam masalah ekonomi. Negara-negara penganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, dan Itali.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar/liberal/kapitalis:
1. Kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan dan dilaksanakan oleh swasta/masyarakat
2. Kebebasan masyarakat untuk memiliki alat-alat produksi dan berusaha diakui
3. Hak milik perorangan diakui
4. Pemerintah tidak campur tangan langsung
5. Selalu berorientasi mencari keuntungan (profit oriented)
Kebaiakan sistem ekonomi pasar/liberal/kapitalis :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat
2. Setiap individu bebas memiliki sumber produksi
3. Timbul persaingan untuk maju
4. Menimbulkan barang bermutu tinggi
5. Efisiensi dan efektifitas tinggi
Keburukan system ekonomi pasar/liberal/kapitalis :
1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan
2. Munculnya monopoli
3. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
Sistem Ekonomi Campuran
Adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah. Dalam sistem ekonomi campuran (mixed economy) mekanisme harga dan pasar bebas yang dianut oleh sistem ekonomi pasar bebas dapat berdampingan dengan adanya perencanaan dari pusat seperti yang dianut oleh system ekonomi komando. Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar, namun pada batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali campur tangan.
Sistem Ekonomi Indonesia
.
Sistem ekonomi Indonesia disebut sistem demokrasi ekonomi atau system ekonomi pancasila, yaitu sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Ciri-ciri positif (yang harus ada) dalam demokrasi ekonomi :
1. Perekonomian disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2. Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan untuk kemakmuran rakyat.
4. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
5. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi masyarakat dikembangkan.
6. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas dapat dilihat dari …
a. Cara manusia dalam mencari nafkah
b. Cara manusia dalam memenuhi kebutuhan yans selalu tidak puas
c. Cara manusia dalam menghemat penghasilanya
d. Cara manusia dalam menghabiskan semua pendapatanya
e. Cara manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya
2. Jumlah sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia sifatnya …
a. Langka atau terbatas dibandingkan dengan kebutuhannya
b. Bebas dan dapat dieksploitasi sesuai yang dibutuhkan
c. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
d. Sangat banyak karena merupakan benda potensial yang dapat diusahakan
e. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak saja
3. Perhatikan matrik kebutuhan berikut ini:
A B C
1.Tabungan 1.Alat-alat tulis 1.Komputer
2.Buku pelajaran 2.Mobil 2.Asuransi
3.Hiburan 3.Pendidikan 3.Pakaian seragam
Berdasarkan matrik diatas yang termasuk kebutuhan masa sekarang bagi seorang pelajar adalah …
a. A1, B2 dan C3 d. A3, B2 dan C2
b. A1, B3 dan C3 e. A2, B1 dan C3
c. A2, B1 dan C1
4. Adanya proses produksi yang dilakukan manusia karena …
a. Pengaruh peraturan pemerintah
b. Adanya kebijakan dalam bidang ekonomi
c. Persediaan di alam yang terbatas
d. kebutuhan hidup manusia yang terbatas
e. Melangsungkan keturunan
5. Perhatikan kegiatan pelaku ekonomi dibawah ini:
1. Membeli barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari
2. Menerima gaji bulanan setiap tanggal 25
3. Menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan permintaan pasar
4. Membayar sewa tempat yang di gunakan untuk usaha produksi
5. Membeli dan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat
Kegiatan di atas yang dilakukan oleh produsen adalah …
a. 1 dan 3 d. 3 dan 5
b. 2 dan 4 e. 4 dan 5
c. 3 dan 4
6. Sistem pasar bebas adalah sistem ekonomi yang paling ideal karena …
a. Pemerintah tidak campur tangan dalam mengatur kegiatan ekonomi
b. Masyarakat mempunyai kebebasan dalam memilih pekerjaan dan barang yang ingin mereka konsumsikan
c. Kegiatan ekonomi dapat diatur dengan lebih efisien dan pertumbuhan ekonomi selalu teguh
d. Komposisi barang dan jasa yang diproduksikan oleh sistem ekonomi tersebut sesuai dengan yang diperlukan masyarakat
e. Masyarakat tidak bebas berkreasi dan menkonsumsi barang
7. Perhatikan matrik ciri-ciri sistem ekonomi berikut:
A B C
1. Perencanaan disusun oleh pemerintah
2. Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
3. Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas 1. Relatif tidak ada jurang pemisah antara si miskin dan si kaya
2. Produksi, distribusi dan konsumsi diatur oleh pemerintah
3. Modal memegang peranan penting 1. Mudah mengadakan pengendalian harga
2. Hak milik alat-alat produksi di tangan perorangan
3. Inisiatif dan hak perorangan dibatasi
Berdasarkan matrik diatas yang merupakan ciri system ekonomi terpusat adalah …
a. A1, B1 dan C1 d. A3, B2 dan C3
b. A2, B2 dan C3 e. A3, B3 dan C2
c. A1, B2 dan C3
8. Perhatikan pernyataan berikut:
1. Tersedianya tenaga kerja terampil
2. Keserakahan manusia dalam memenuhi kebutuhannya
3. Situasi sosial dan politik suatu bangsa
4. Perkembangan IPTEK tidak sesuai dengan peningkatan kebutuhan
5. Ketidakmampuan mengolah sumber daya alam
Dari pernyataan diatas yang termasuk sebab-sebab terjadinya kelangkaan adalah …
a. 2, 4 dan 5 d. 1, 2 dan 4
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 5
9. Apakah yang menyebabkan seseorang, suatu masyarakat atau pengusaha perlu memikirkan cara yang terbaik intuk melakukan kegiatanya ?
a. Untuk memaksimumkan kepuasan atau untung
b. Untuk memastikan keseimbangan diantara keinginan untuk memperoleh barang dan kemampuan perekonomian menghasilkan barang tersebut
c. Untuk memaksimumkan tingkat produksi di berbagai kegiatan ekonomi
d. Untuk menyamaratakan tingkat pendapatan dan kemakmuran masyarakat
e. Untuk memaksimumkan kebutuhanya
10. Yang manakah dari yang berikut adalah pernyataan normatif ?
a. Panen yang melimpah menurunkan harga beras
b. Perekonomian Amerika Serikat lebih maju dari perekonomian Indonesia
c. Masalah pengangguran perlu terlebih dulu diatasi dari masalah inflasi
d. Perbelanjaan pendididkan yang lebih banyak akan memperbaiki mutu tenaga kerja di suatu negara
e. Produksi gula dan kopi turun sehingga harganya akan naik
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 1
1. B
2. A
3. E
4. B
5. D
6. D
7. C
8. A
9. B
10. D
BAB 2
Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran
A. Permintaan (Demand)
i. Pengertian
Berapakah jumlah Coca-Cola yang dibeli konsumen jika harga turun jadi setengah dari harga semula? Dari pertanyaan diatas dapat dibuat sebuah hubungan, yaitu adanya hubungan antar jumlah Coca-Cola yang dibeli konsumen dengan harganya. Hubungan ini disebut permintaan. Permintaan menunjukan jumlah produk (baik barang atau jasa) yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu dan hal lain dianggap konstan (tidak berubah).
ii. Hukum permintaan
Hukum permintaan menjelaskan hubungan antara perubahan harga terhadap perubahan barang yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa antara harga dan jumlah barang yang diminta berbanding terbalik. Artinya, bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus.
iii. Perubahan permintaan
Apa saja faktor yang bisa menimbulkan perubahan permintaan?
• Perubahan pendapatan konsumen
• Perubahan harga barang yang berkaitan
• Perubahan selera
• Perubahan intensitas kebutuhan
• Perubahan harapan di masa yang akan datang (expectation)
B. Penawaran (Supply)
i. Pengertian
Bila kita perhatikan barang yang telah selesai diproduksi, selanjutnya didistribusikan kepada konsumen. Pada awalnya, bila dagangan ingin laku penjual dengan cara apapun datang kepada konsumen untuk menawarkan barangnya. Penawaran suatu barang berasal dari pihak produsen. Dengan demikian penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual (produsen) dengan berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu (per hari, per minggu, per bulan, per tahun).
ii. Hukum penawaran
Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah yang ditawarkan positif. Artinya, bila haga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik. Demikian pula sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga mengalami penurunan.
iii. Perubahan penawaran
Faktor-faktor yang bisa memengaruhi perubahan penawaran :
• Perubahan biaya produksi
• Teknologi yang digunakan
• Harapan mendapatkan laba
• Harapan masa yang akan datang (expectation)
Menentukan Harga Keseimbangan Secara Grafik
Syarat untuk mencapai keadaan keseimbangan adalah jumlah yang di tawarkan sama dengan jumlah yang diminta. Cara untuk menjelaskan bagaimana harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan ditentukan di pasar adalah dengan secara gambaran grafik, yaitu seperti yang ditunjukan pada gambar. Kurva DD menggambakan permintaan buku tulis dan kurva SS menggambarkan penawaran buku tulis. Kedua kurva tersebut dilukis berdasarkan angka permintaan dan penawaran yang terdapat dalam table pada harga diatas Rp 300 kurva penawaran berada disebelah kanan dari kurva permintaan, berarti penawaran melebihi permintaan. Keadaan ini tidak stabil dan harga akan mengalami penurunan. Pada harga di bawah Rp 300 keadaan yang sebaliknya berlaku. Kurva permintaan berada disebelah kanan daripada kurva penawaran, yang berarti permintaan melebihi penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga tidak stabil, yaitu ia cenderung untuk mengalami kenaikan. Pada harga Rp 300 kurva permintaan dan kurva penawaran saling berpotongan, yaitu di titik E. Perpotongan itu berarti permintaan sama dengan penawaran, dan dengan demikian keadaan keseimbangan tercapai.
D kelebihan S
500 -- penawaran
400 --
300 ------------------------------------
200 --
100 -- kelebihan permintaan
S D
400 600 800 1000 1200 1400
Jumlah barang
Gambar 1.1
Penentuan Harga kesimbangan
Buku Tulis Yang Diperjualbelikan
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Pernyataan yang menyatakan bahwa, bila harga naik akan menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun, dan sebaliknya bila harga turun akan menyebabkan jumlah barang yang diminta naik, dengan syarat ceteris paribus. Pengertian dari …
a. Hukum permintaan d. Pendekatan ordinal
b. Hukum penawaran e. Harga keseimbangan
c. Pendekatan kardinal
2. Faktor yang bisa memengaruhi perubahan penawaran yaitu
a. Perubahan pendapatan konsumen d. Perubahan biaya produksi
b. Perubahan harga barang yang berkaitan e. Perubahan selera
c. Perubahan intensitas kebutuhan
3. Apabila kurva permintaan bergeser ke sebelah kanan makapergeseran itu menunjukan …
a. Pertambahan dalam penawaran d. penurunan dalam permintaan
b. Pertambahan dalam permintaan e. tidak berubah
c. Penurunan dalam penawaran
4. Perhatikan tabel permintaan berikut ini:
Harga (P) Jumlah Permintaan (Q)
Rp 600,00 300 unit
Rp 800,00 200 unit
Berdasarkan table diatas, maka besarnya koefisien elastisitas permintaan adalah …
a. 0,11 d. 2,00
b. 0,50 e. 9,00
c. 1,00
5. Hal-hal yang berhubungan dengan pasar faktor produksi :
1. Permintaan datangnya dari rumah tangga konsumsi
2. Penawaran datangnya dari rumah tangga produksi
3. Imbalan yang diterima berupa gaji
4. Permintaan datangnya dari rumah tangga produksi
5. Penawaran datangnya dari rumah tangga konsumsi
Hal-hal diatas yang berhubungan dengan pasar faktor produksi tenaga kerja adalah …
a. 1, 2 dan 3 d. 2, 3 dan 5
b. 1, 3 dan 5 e. 3, 4 dan 5
c. 2, 3 dan 4
6. Disebut Barang pengganti karena dapat menggantikan fungsi dari barang lain tersebut, kecuali adalah …
a. Kopi dengan teh d. baju dengan celana
b. Nasi dengan roti e. sandal dengan sepatu
c. Jarum dengan mesin jahit
7. Faktor manakah yang akan menyebabkan kurva permintaan ke atas suatu barang bergeser ke kiri ?
a. Pendapatan masyarakat bertambah
b. Negara lebih banyak mengimpor barang tersebut
c. Harga barang tersebut semakin murah
d. Penjual menurunkan harga barang-barang pengganti
e. Produsen banyak memproduksi barang untuk konsumsi
8. Dari kemungkinan perubahan/pergeseran kurva permintaan dan penawaran dibawah ini yang benar adalah …
a. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)
b. Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kanan)
c. Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kiri)
d. Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kanan)
e. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kiri)
9. Apabila harga barang Y meningkat permintaan keatas barang X menurun, tetapi permintaan keatas barang Z meningkat. Yang manakah dari pernyataan berikut benar ?
a. Barang X dan Z adalah barang netral
b. Barang X adalah pengganti dan barang Z adalah penggenap kepada barang Y
c. Barang X adalah penggenap dan barang Z adalah pengganti kepada barang Y
d. Barang Y adalah pengganti barang X dan Z
e. Barang X dan Y adalah pengganti barang Z
10. Akibat yang bagaimanakah akan berlaku apabila permintaan dan penawaran bertambah, dalam keadaan dimana tingkat pertambahan permintaan lebih besar dari tingkat pertambahan penawaran?
a. Harga barang meningkat tetapi jumlah barang yang diperjualbelikan menurun
b. Harga barang meningkat dan jumlah barang yang diperjualbelikan juga meningkat
c. Harga barang merosot tetapi jumlah barang yang diperjualbelikan meningkat
d. Tingkat kenaikan harga yang berlaku adalah lebih tinggi dari tingkat kenaikan produksi
e. Harga barang merosot dan jumlah barang yang diperjualbelikan stabil
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 2
1. A
2. D
3. B
4. C
5. E
6. D
7. C
8. A
9. C
10. C
BAB 3 & 4
Perilaku konsumen
Pendahuluan
Teori Tingkah Laku Konsumen
Teori ini menerangkan perilaku pembeli-pembeli di dalam menggunakan dan membelanjakan pendapatan yang diperolehnya. Seorang konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasan dalam menggunakan pendapatanya untuk membeli barang dan jasa. Untuk tujuan ini ia harus membuat pilihan-pilihan, yaitu menentukan jenis-jenis barang yang dibelinya dan jumlah yang akan dibelinya.Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan: pendekatan nilaiguna (utiliti) kardinal dan pendekatan nilaiguna ordinal. Dalam pendekatan nilaiguna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantifiser.
Perilaku konsumen adalah sikap konsumen dalam memenuhi kebutuhan yang disesuaikan dengan pendapatan.dan perilaku konsumen ternyata erat kaitanya dengan nilai guna barang ataupun jasa (utility). Biasanya orang membeli barang jasa karena barang / jasa tersebut mengandung kegunaan. Konsumen percaya bahwa barang / jasa bersangkutan dapat memuaskan kebutuhannya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II tentang nilai guna barang dan tingkat kepuasan sesorang terhadap berbagai macamkebutuhan hidupnya.
Menurut Vincent Gasperz, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi (keinginan) konsumen, yaitu :
Kebutuhan dan Keinginan
Jika kebutuhan dan keinginan konsumen besar, maka persepsi dan ekspektasi konsumen juga besar, demikian pula sebaliknya.
Pengalaman Masa lalu
Pengalaman mengkonsumsi produk yang sama atau produk lainnya yang sama fungsinya.
Pengalaman dari Teman
Teman anda yang pernah mengkonsumsi suatu produk sebelum anda, akan menceritakan kepada anda kualitas produk tersebut sehingga bisa menambah atau mengurangi persepsi atau ekspektasi anda terhadap produk yang akan anda konsumsi.
Komunikasi Iklan dan Pemasaran
Iklan dan pemasaran dapat merubah ekspektasi Anda. Mungkin saja ekspektasi anda terhadap produk makanan KFC meningkat karena ada selebritis seperti Cinta Laura seleb kegemaran anda yang menjadi bintang iklannya.
Teori Nilaiguna (Utiliti)
Di dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang di peroleh seseorang dari mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilaiguna atau utility. Kalau kepuasan itu semakin tinggi maka makin tinggilah nilaigunanya atau utilitinya.
Dalam membahas mengenai nilaiguna perlu dibedakan di antara dua pengertian: nilaiguna total dan nilaiguna marginal. Nilaiguna total mengandung arti jumlah seluruh kepuasan yang di peroleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilaiguna marginal berarti pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat dari pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.
Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
1. Elastisitas Permintaan
Adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah permintaan karena terjadinya perubahan harga.
2. Koefisien Elastisitas Permintaan
Adalah angka yang digunakan untuk membedakan tingkat elastisitas permintaan.
3. Macam-Macam Elastisitas Permintaan
a. Permintaan yang elastis apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan lebih besar dari satu, artinya persentase perubahan permintaan lebih besar daripada persentase perubahan harga.
b. Permintaan Inelastis yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan lebih kecil dari satu, artinya persentase perubahan permintaan lebih kecil dari persentase perubahan harga.
c. Permintaan Elastis sempurna yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan sama dengan tak terhingga, artinya hal ini terjadi apabila pada harga tetap, jumlah barang yang diminta tak terbatas.
d. Permintaan Inelastis Sempurna yaitu apabila besarnya koefisien elastisitas permintaan sama dengan nol, artinya hal ini terjadi apabila pada harga berapapun, jumlah permintaan tidak mengalami perubahan.
4. Elatisitas Penawaran
Adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah penawaran karena terjadinya perubahan harga.
5. Koefisien Elastisitas Penawaran
Adalah angka yang digunakan untuk membedakan tingkat elastisitas penawaran.
6. Macam-Macam Elastisitas Penawaran
a. Penawaran elastisitas adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran lebih besar dari satu, artinya persentase perubahan penawaran lebih besar daripada persentase perubahan harga.
b. Penawaran Inelastis adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran lebih kecil dari satu, artina apabila persentase perubahan penawaran lebih kecil dari persentase perubahan harga.
c. Penawaran Elatisitas Uniter adalah apabila kefisien elastisitas penawaran sama dengan satu, artinya apabila persentasa perubahan penawaran sama dengan persentase perubahan harga.
d. Penawaran Elastis Sempurna adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran sama dengan tak terhingga, artinya pada harga tertentu, jumlah barang yang ditawarkan terbatas.
e. Penawaran Inelastis Sempurna adalah apabila besarnya koefisien elastisitas penawaran sama dengan nol, artinya berapapun harga berubah, jumlah barang yang ditawarkan tidak mengalami perubahan.
Pilihan Ganda LATIHAN
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1. Kesanggupan suatu barang untuk ditukarkan dengan barang lain adalah nilai …
a. Tukar obyektif d. Pakai obyektif
b. Tukar subyektif e. Guna alami
c. Guna obyektiif
2. Nilai suatu barang tidak ditentukan oleh biaya produksi tetapi oleh biaya reproduksi.
Pernyataan diatas adalah ajaran teori …
a. nilai subyektif d. nilai tukar subyektif
b. refroduction cost value theory e. nilai guna barang
c. nilai obyektif
3. jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga dan pada waktu tertentu disebut …
a. grafik permintaan d. permintaan
b. elastisitas permintaan e. hukum penawaran
c. kurva permintaan
4. Mengenai nilai guna barang dan tingkat kepuasan seseorang terhadap berbagai macam kebutuhan hidupnya. Bunyi tersebut tentang …
a. Hukum permintaan d. permintaan dan penawaran
b. Hukum penawaran e. keseimbangan
c. Hukum Gossen
5. apabila harga turun 10%, permintaan naik 30%, hal ini menunjukan sifat …
a. permintaan elastisitas uniter d. penawaran ilelastis
b. penawaran elastis e. permintaan inelastis
c. permintaan elastic
6. jika pemerintah menerapkan kebiajakan penetapan harga minimum sebenarnya pemerintah ingin melindungi …
a. konsumen d. masyarakat ekonomi lemah
b. produsen e. konsumen di pedesaan
c. produsen dan konsumen
7. penawaran bersifat elastis sempurna apabila pada harga tertentu, kuantitas barang yang ditawarkan tidak terbatas. Maka kurva penawaranya …
a. sejajar dengan garis harga d. dibuat dari kiri bawah ke kanan atas
b. sejajar dengan garis jumlah e. dibuat dari kanan atas ke kiri bawah
c. dibuat dari kiri atas ke kanan bawah
8. persentase perubahan penawaran lebih besar dari pada persentase perubahan harga, maka penawaranya bersifat …
a. elastis d. elastis sempurna
b. inelastis e. inelastis sempurna
c. elastis uniter
9. faktor yang mempengaruhi penawaran selain harga adalah, kecuali …
a. naiknya biaya produksi d. tersedianya sarana produksi
b. penambahan jumlah produksi e. kemajuan teknologi
c. bertambahnya jumlah penduduk
10. berikut ini adalah kebijakan pemerintah dalam pembentukkan harga, kecuali …
a. memberikan subsidi d. menetapkan harga terendah
b. menetapkan pajak penjualan e. menetapkan bea masuk untuk barang impor
c. menetapkan harga eceran tertinggi
11. disebut permintaan inelastis sempurna jika …
a. Ed = ~ d. Ed < 1
b. Ed = 1 e. Ed = 0
c. Ed > 1
12. Es > 1, artinya …
a. persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan jumlah penawaran
b. persentase perubahan harga lebih besar dari persentase perubahan jumlah penawaran
c. persentase perubahan harga lebih besar dari persentase perubahan jumlah permintaan
d. persentase perubahan harga lebih kecil dari persentase perubahan jumlah penawaran
e. persentase perubahan harga lebih kecil dari persentase perubahan permintaan
13. pola konsumsi suatu keluarga dalam masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti berikut ini, kecuali …
a. besar kecilnya tingkat tabungan yang diinginkan
b. besar kecilnya tingkat penghasilan yang diperoleh
c. besar kecilnya jumlah anggota keluarga
d. tingkat harga kebutuhan
e. lingkungan tempat tinggal dimana keluarga itu berada
14. perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang sifatnya berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali …
a. selera konsumen d. pendapatan seseorang
b. intensitas kebutuhan e. ada tidaknya barang subtitusi
c. banyaknya barang produksi lama
15. orang memberikan nilai kepada suatu benda karena benda itu dapat …
a. dipakai dan dapat dijual
b. dikonsumsi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
c. dipakai dan dapat diuangkan
d. dipakai dan dapat dijual
e. dipakai dan dapat digunakan
16. barang seni (antik) menurut David Ricardo mempunyai nilai yang tinggi karena …
a. digemari banyak orang d. sulit didapatkan oleh manusia
b. sulit diperbanyak e. pembuatanya membutuhkan lama
c. harganya mahal
17. tinggi rendahnya nilai batas suatu benda ditentukan oleh …
a. nilai pakai obyektif dari benda itu d. banyak sedikitnya benda itu dinilai
b. sulit tidaknya benda itu diproduksi e. nilainya dapat memenuhi kebutuhan manusia
c. mahal tidaknya benda itu
18. salah satu yang menjadi pertimbangan produsen akan melepas atau menahan hasil produksinya adalah …
a. pertimbangan biaya produksi d. adanya motif spekulasi
b. permintaan dan penawaran e. produsen belum membutuhkan uang tunai
c. adanya peraturan pemerintah
19. produsen submarginal akan menjual hasil produksinya jika harga dipasar …
a. mulai turun d. berubah-ubah
b. mulai naik e. ditetapkan oleh pemerintah
c. tetap stabil
20. seorang konsumen akan mencapai kepuasan maksimum dari membelanjakan sejumlah uang apabila …
a. nilaiguna total setiap barang sama
b. nilaiguna marginal setiap barang sama
c. jumlah rupiah yang dibelanjakan ke setiap barang sama
d. nilaiguna marginal per rupiah setiap barang sama
e. nilaiguna total setiap barang berbeda
SOAL MAKALAH SAP UNIVERSITAS GUNADARMA
MATA KULIAH : TEORI ORGANISASI UMUM 2
PENYUSUN : EKA FITRIA RAKHMAH
KUNCI JAWABAN
BAB 3 Dan 4
1. A 11.E
2.B 12.B
3.D 13.E
4.C 14.C
5.E 15.E
6.A 16.B
7.A 17.A
8.A 18.D
9.E 19.B
10.C 20.C
BAB V
5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam makalah ini saya membahas tentang Ekonomi, yaitu :
Bab pertama menjelaskan ruang lingkup Eekonomi yang terdiri dari definisi & metiilogi Ekonomi, Permasalahan Pokok Ekonomi, Pengaru Mekanisne harga pada
Bab kedua yaitu Penentuan harga permintaan dan penawaran yang terdiri dari pengertian, hukum-hukunya, factor-faktor yang mempengaruhi penentuan harga keseimbangan
Bab ketiga dan keempat ialah menjelaskan tentang perilaku konsumen yang terdiri dari pendaguluan, pendekatan kordinal dan pendekatan ordinal, serta konsep elastisitas (harga, silang, dan pendapatan)
5.2. Saran
Demikianlah kesimpulan yang dapat saya jelaskan pada makalah ini. Yang menjelaskan tentang perekonomian. Dengan membuat makalah ini bersifat dan betujuan supaya mahasiswa mendapatkan motivasi dalam berusaha. Dan mendapatkan skill yang lebih baik. Maka apabila ada kesalahan di dalam makalah ini silahkan berikan kritik dan saran anda , agar saya dapat memperbaiki makalah ini dengan baik.
1. Sukwiaty, Jamal Sudirman, Sukamto Slamet. 2003. Ekonomi kelas 1 SMA. Bandung: Yudisthira.
2. Sadono sukirno. 1999. Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.
3. Tim MGMP. 2004. Bahan Ajar Ekonomi. Jakarta: MGMP Ekonomi.
Jumat, 19 Maret 2010
tugas softkill non akademis
Organisasi Dan Tata Kerja Laboratorium Klinik Rumah Sakit
“ SOFTSKILL ”
Disusun oleh :
Nama : Eka Fitria Rakhmah
NPM : 10108667
Kelas : 2 KA 21
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum (Softskill). Adapun judul dari makalah ini adalah “ Organisasi dan Tata Kerja Laboratorium Klinik Rumah Sakit“.
Selain itu tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan tugas makalah ini, terutama kepada Dosen bidang studi Teori Organisasi Umum , Bapak Nurhadi. Karena saya sadar maksud beliau memberikan tugas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas belajar kami dan menambah pengetahuan kami.
Akhir kata “ Tak ada gading yang Tak retak (tak ada sesuatu yang sempurna) “ begitu pula dengan makalah yang telah saya buat ini. Oleh karena itu , saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Dan semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca atau menyimaknya.
Bekasi, Maret 2010
Penyusun
DAFTAR ISI
JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................... 2
I. PENDAHULUAN ………………………………………………………... 3
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA LAB KLINIK RUMAH SAKIT ........... 4
2.1 Visi .............................................................................................. 4
2.2 Misi ………………………………………………………………................. 4
2.3 Sasaran dan Tujuan …………………............................................... 5
2.4 Struktur Organisasi Laboratorium Klinik ............................................... 5
2.5 Proses Tata kerja ……………………………………………................ 7
III. KEPEMIMPINAN ……………………………………………………...... 13
3.1 Pendorong ke Participative Governance ............................................... 15
IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan dan Saran ....................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 17
ORGANISASI DAN
TATA KERJA LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT
I. PENDAHULUAN
Usai Perang Dunia Kedua banyak negara dengan pemerintahan otoriter atau otokratis berubah menjadi demokratis. Demikian pula lembaga, institusi, organisasi bisnis dan badan hukum lainnya dalam negera tersebut berubah dari otokratis menjadi demokratis yang berlandaskan governance, baik participative governance, good governance maupun corporate governance apalagi dalam era globalisasi, reformasi, demokratisasi, dan desentralisasi atau otonomi daerah. Dalam makalah ini akan diuraikan organisasi dan tata kerja laboratorium klinik rumah sakit yang merupakan bagian untuk peningkatan produktivitas pelayanan. Namun sebelumnya perlu disepakati beberapa istilah yang berkaitan dengan laboratorium klinik.
1. Organisasi adalah kesatuan atau kelompok kerjasama untuk menggerakkan aktivitas guna mencapai tujuan. Laboratorium klinik rumah sakit adalah organisasi atau unit rumah sakit dengan aktivitas pelayanan laboratorium klinik di rumah sakit tersebut. Tergantung dari status laboratorium dapat juga berfungsi dalam pelayanan, pelatihan, pendidikan dan penelitian di bidang laboratorium klinik antara lain hematologi, kimia klinik, imunologi, mikrobiologi klinik, urinalisis dan analisis cairan tubuh lainnya, baik untuk keperluan lab. klinik sendiri maupun bersama bidang lainnya terutama bidang klinik.
2. Dalam hal ini, setiap organisasi berlandaskan “participative governance” artinya ada kerjasama antar setiap bidang atau unit untuk mencapai tujuan, atau di rumah sakit merupakan “clinical governance” yang memprioritaskan partisipasi antar unit untuk pengembangan profesional berkelanjutan(4). Selanjutnya organisasi tersebut menggunakan “good governance” artinya memanfaatkan pemerintah misalnya dalam kebijakan, sektor swasta misalnya bantuan dan masyarakat sipili (civil society) misalnya akademisi, kelompok profesi untuk berinteraksi konstruktif dalam mencapai tujuan.
Untuk organisasi, berbadan hukum, rumah sakit, apalagi yang sudah menjadi Perjan, termasuk laboratorium kliniknya perlu berlandaskan “corporate governance” artinya di samping berlandaskan partisipatisi (participative governance) dan kebersamaan (good governance) perlu berusaha mandiri agar lestari artinya dalam usahanya harus ada keuntungan supaya tetap eksis, lestari dan lebih baik (sustainable development) di samping tetap memperhatikan usaha sosial misalnya memberikan dispensasi bagi yang miskin dalam pelayanan laboratorium klinik.
3. Peran Gender
Dalam pelayanan laboratorium klinik perlu adanya peran gender, artinya peran pria dan wanita dalam laboratorium klinik tersebut dari segi sosial sama tingginya, siapa yang lebih baik dari segi profesi dan prestasi, kepemimpinan dan manajemen berhak mendapatkan kedudukan atau jabatan dan “reward” yang sesuai.
4. Laboratorium Klinik Rumah Sakit dapat berarti Laboratorium Patologi Klinik atau Unit Pelayan-an Laboratorium Klinik atau Laboratorium / Lab.
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT
Organsiasi laboratorium klinik rumah sakit sebaiknya memperhatikan pilar-pilar organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran. Sedikitnya ada sepuluh pilar yang perlu dimanfaatkan yaitu nilai (values), struktur (stuctures), kepemimpinan (leadership), proses manajemen (management pro-cesses), informasi (information), tata kerja dan kemitraan (procedures and partnership) kompetensi (competences), pengawasan (controls),kinerja (performance), dan pembayaran (pay).
Sesuai dengan judul maka tidak semua pilar dibahas dalam makalah ini.
1. Nilai atau Wawasan Organisasi Lab. Klinik
Nilai merupakan hal yang mendasar, antara lain berisi visi, misi dan tujuan/sasaran organisasi. Sejumlah nilai ini tak begitu nampak dalam tata kerja sehari-hari, namun bila ada kesempatan atau ancaman, nilai tersebut sangat berguna untuk mewujudkan partisipasi dan kebersamaan dalam memecahkan permasalahan atau mencapai sasaran.
Sebagai contoh visi, misi dan sasaran laboratorium klinik rumah sakit secara garis besar adalah sebagai berikut :
Visi:
Menjadi pusat unggulan dalam pelayanan, pendidika, pelatihan dan penelitian laboratorium klinik serta pengembangannya sesuai kebijakan rumah sakit untuk memuaskan pengguna jasa.
Misi:
1. Memberikan pelayanan laboratorium klinik secara optimal yang memuaskan pengguna jasa dan karyawan laboratorium klinik tentang skrining penyakit, diagnosis, prognosis dan monitoring terapi.
2. Memfasilitasi pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian dan penggunaan teknologi baru dan manajemen di bidang laboratorium klinik untuk meningkatkan mutu produktivitas secara berkelanjutan.
3. Menjalin tata kerja dan kemitraan berkelanjutan berpedoman pada:
3.1 participative governance dalam unit kerja artinya partisipatif, transparan, akuntabel, sustainabel, keadilan, kesetaraan gender dan lain-lain syarat governance, dan;
3.2 good governance dengan sesama unit kerja, pimpinan rumah sakit, pemerintah, masyarakat sipil (civil society) terutama dokter, ahli dalam berbagai bidang dan swasta antara lain industri, “donor agency”, dan pengguna laboratorium, serta;
3.3 corporate governance untuk kemandirian, kelestarian dan kesejahteraan.
4. Mengembangkan jenis dan paket/panel pelayanan laboratorium klinik yang diperlukan pengguna jasa dan memanfaatkan laboratorium untuk meningkatkan produktivitas antara lain mengurangi biaya operasional namun tetap menambah pendapatan.
5. Memberikan informasi yang berkaitan dengan pelayanan dan pengembangan laboratorium klinik secara cepat, tepat, teliti dan terpadu serta terus diperbaiki.
6. Menjaga produktivitas dan kinerja laboratorium yang terus meningkat dalam mutu, akreditasi, untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan.
7. Menyesuaikan dengan pengguna jasa dan kemampuan lab. serta “cost effectiveness” arah pelayanan laboratorium abad 21 yaitu antara lain:
a. Diagnosis sel dan diagnosis molekuler misalnya PCR, DNA probes.
b. Genetika dan biologi misalnya neorobiologi dan biologi reproduksi.
c. Segala jenis tes Imunologi untuk diagnosis.
d. Otomatisasi tes sampai dengan tes secara robotik dengan memperhatikan kebutuhan.
e. Telemedicine dalam hal ini telepathology dan telecommunications yang semuanya diarahkan untuk kesehatan penderita/pengguna jasa.
Sasaran dan Tujuan:
Terwujudnya mutu pelayanan laboratorium klinik yang terus meningkat secara berkelanjutan yang didukung kebijakan pimpinan rumah sakit dan memuaskan pengguna jasa pada era globalisasi khususnya AFTA tahun 2003, sehat untuk semua 2010 dan Health for All 2025.
Nilai merupakan wawasan organisasi. Dalam pengembangannya agar selalu sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan pengguna jasa karena itu selalu dapat dipertimbangkan inisiatif atau referensi baru yang memperbaiki wawasan tersebut.
2. Struktur Organisasi Laboratorium Klinik
Struktur organisasi dan tata kerja merupakan gambaran falsafah “participative governance”, artinya tiap sub unit atau seksi saling berpartisipasi, saling memperkuat, birokrasi tak panjang hingga cepat memperoleh akses yang diperlukan, transparan artinya terbuka dalam laporan maupun informasi hingga dapat dipertanggungjawabkan, akuntabel, pemerataan hak dan keadilan/gender equity yang semuanya difokuskan untuk produktivitas dan kelestarian lab. klinik, kepuasan pengguna jasa dan kesejahteraan.
Contoh struktur organisasi lab. klinik dapat dilihat di bawah ini :
Contoh 1
KEPALA LAB
PELAYANAN, PEMELIHARAAN ADMINISTRASI, KEUANGAN REKAM MEDIK, SISTIM,
DAN SDM DAN LOGISTIK INFORMASI DAN
PEMASARAN
IMUNOLOGI KIMIA KLINIK HEMATOLOGI CAIRAN TUBUH MIKROBIOLOGI
DAN DAN LAB. DAN BANK URINALISIS DAN PARASI-
SAMPLING SATELIT DARAH DLL. TOLOGI
Pada contoh ini kepala lab. klinik mengkoordinasi delapan kegiatan, mengimplementasikan good participative governance untuk pengembangan dan kelestarian lab. klinik, tiga kotak di atas merupakan sekretariat, sedang lima kotak di bawah merupakan kegiatan fungsional lab. pra-analitik, analitik, pasca-analitik dan pemantapan mutu internal serta eksternal (PMI & PME).
Lab satelit yaitu lab. rawat darurat, lab. intensif dan lab, bank darah.
Contoh 2:
KEPALA LAB
SEKRETARIS
SEKSI PRE-ANALITIK SEKSI ANALITIK SEKSI PASCA ANALITIK
Pada contoh ini Ketua lab. mengkoordinasi 4 kegiatan atau seksi atau sub unit dalam lab. ditambah tugas keluar untuk pengembangan lab. Di sini perlu sekretaris yang kuat untuk kebutuhan fungsional lab. yang mengkordinasi administrasi, keuangan, tarif, informasi, promosi, pamasaran dan lain-lain.
3. Tata Kerja di Laboratorium Klinik
Tata kerja menggambarkan sistim aliran kegiatan dalam organisasi dalam hal ini lab. hingga lab. tersebut berfungsi. Agar fungsi lab. tersebut produktif, perlu diterapkan beberapa prinsip, proses, deskripsi pekerjaan dan alur kerja.
Prinsip Tata Kerja
Prinsip tata kerja tersebut antara lain adalah keamanan (security/safety), kesederhanaan (simpilcity), efektivitas dan efisiensi (effectiviness and efficiency), keadilan (equity), kualitas (quality), kelestarian (sustainability), tanggung jawab (responsibility) dan kesejahteraan (welfare). Secara singkat contoh prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
Security and safety: • keamanan dalam tata kerja lab. pra-analitik, analitik, pasca-analitik.
• keamanan dalam tata kerja administrasi yang memerlukan kerjasama, partisipasi dan tanggung jawab karyawan tim yang berkaitan.
Simplicity : • kesederhanaan prosedur administrasi hingga birokrasi diperpendek dan pro-sedur tetap tes pra-analitik, analitik, dan pasca analitik.
Efficiency & Effectiveness: • semua bertanggung jawab atas kecepatan prosedur tata kerja hingga dapat selesai tepat waktu.
Equity : • keadilan dalamprosedur tata kerja antara lain tak membedakan gender dan kaya miskin dalam pelayanan.
Quality : • kualitas hasil tata kerja administrasi maupun hasil lab harus baik.
Responsibility : • tanggung jawab semua karyawan sesuai deskripsi pekerjaaan dan tata kerja sesuai tugasnya.
Welfare : • kesejahteraan karyawan maupun pengguna jasa misalnya memberi kemu-dahan bagi yang tak mempu untuk tetap meningkatkan kesehatan.
Sustainability : • kelestarian pengembangan fungsi lab. hingga terjadi perbaikan berkelanjutan (continous improvement).
Proses Tata Kerja
Tata kerja adalah aturan atau mekanisme fungsi unit, seksi atau sub unit di lab. klinik dengan prinsip partisipatif, profesional dan kebersamaan kerja untuk mencapai sasaran. Koordinasi menyeluruh oleh kepala lab. dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi hasil. Untuk jelasnya diberikan pengertian-pengertian sebagai berikut:
1. Koordinasi adalah suatu upaya/usaha pimpinan untuk menyelaraskan kegiatan masing-masing petugas dalam organisasi dengan maksud agar supaya semua kegiatan yang terkait dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana dengan hasil tepat sasaran atau target. Hal ini dapat dilaksanakan dengan jalan mengadakan rapat-rapat baik formal maupun non formal yang membahas berbagai hambatan yang dihadapi oleh berbagai petugas atau seksi/sub unit organisasi. Dalam pembahasan tersebut diharapkan akan mencapai kesepakatan bersama apa yang harus dilakukan agar dapat mengatasi hambatan-kelemahan dan meningkatkan kesempatan-kekuatan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
2. Perencanaan adalah proses atau kegiatan menetapkan apa yang akan kita kerjakan di masa yang akan datang baik mengenai waktu, jumlah, dan mutunya dalam rangka mencapai sasaran tertentu. Bila perencanaan tersebut dapat dicapai dan diselesaikan dengan lebih baik dan rinci maka tujuan usaha ini dapat dicapai dan diselesaikan dengan lebih memuaskan karena dapat diselesaikan menurut urutan tingkatan penting dan yang kurang penting. Perencanaan biasanya dibagi menjadi jangka panjang misal untuk 10-25 tahun, jangka menengah untuk lima tahun dan jangka pendek atau rencana tahunan.
3. Organisasi dan Pelaksanaan adalah pelaksanaan atau tata kerja berdasarkan organisasi yang ada atau yang dibentuk, semua kegiatan lab. klinik selama 24 jam (lab. pagi, sore dan malam, lab. rawat darurat dan lab intensif). Pelaksanaan kegiatan selalu berlandaskan efektivitas, efisiensi dan produktifitas.
3.a. Efektivitas adalah evaluasi atau penilaian tentang apakah kegiatan telah dilakukan sesuai dengan yang direncanakan baik mengenai waktu kerja maupun mengenai mutu dan volume kerja.
3.b. Efisiensi adalah suatu evaluasi terhadap suatu proses atau kegiatan dengan jalan mengukur masukan (input) dengan keluaran (output), atau antara sumber daya yang digunakan dengan hasilnya, atau satuan biaya tertentu dengan hasilnya.
3.c. Produktivitas dapat didefinisikan dengan efisiensi penggunaan sumber daya tertentu dalam menghasilkan output. Cara pengukurannya antara lain adalah sebagai berikut:
- keluaran/hasil (output) per jam orang.
- Keluaran/hasil (output per unit modal.
4. Pengawasan adalah segala upaya yang harus dilakukan oleh atasan langsung dengan maksud agar segala sasaran atau rencana yang ingin dilakukan dapat terlaksana dengan baik. Upaya-upaya dilakukan dalam pengawasan itu banyak bentuk serta variasinya. Apa saja yang harus diketahui agar supaya pengawasan dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:
4.a Apa yang harus dikerjakan, misalnya:
1. jumlah dan jenis tes
2. mutu hasil tes
3. waktu yang tersedia
4.b Sumber daya yang dipakai untuk pekerjaan atau tes tersebut:
1. tenaga kerja misalnya tenaga administrasi atau analis.
2. bahan-bahan misalnya formulir permintaan dan formulir jawaban tes.
3. peralatan operasional dan telah distandarisasi.
4. fasilitas lainnya misalnya aliran listrik dengan tegangan tetap, air bersih, a.c., dll.
4.c Proses dan progres/kemajuan:
1. apakah menggunakan sumber daya yang tersedia dengan baik atau apa ada masalah?
2. apakah dalam waktu yang tersedia dapat diselesaikan, atau apa ada masalah?
3. apakah dengan biaya yang pantas misalnya tes tidak diulang-ulang yang meningkatkan biaya?
4. apakah hasil tes dengan mutunya sesuai dengan mutu standar misalnya pada Peman-tapan Mutu Eksternal (PME) nilainya baik?
5. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut?
4.d Segera mengetahui bila terjadi hambatan:
1. apa yang terjadi misalnya hasil tes tak cocok dengan penyakitnya.
2. apa sebabnya misalnya aliran listrik dan tegangannya.
3. cara mengatasinya misalnya stabilitas aliran listrik dan memisahkan dengan fungsional lain, standarisasi ulang, gangguan alat dan sebagainya.
4.e Apa yang dilakukan dalam mengatasi hambatan itu:
1. siapa yang melakukan
2. bagaimana caranya
3. berapa biayanya
4. kapan selesainya
4.f Bila pekerjaan selesai:
1. berapa waktu penyelesaiannya.
2. bagaimana mutu hasil tes.
3. bagaimana biayanya dibandingkan dengan biaya operasionalnya.
4.g Bagaimana pekerjaan dapat lestari:
1. prasarana lab., air, listrik dan lain-lain baik.
2. sarana: alat, reagen dan lain-lain tersedia dan diperkirakan tidak kadaluwarsa.
3. SDM terlatih untuk tiap kegiatan tersedia.
4.h Stabilitas ekonomi, politik dan keamanan yang mendukung fungsi lab. klinik serta strategi pemasaran yang berhasil untuk pengembangan lab.
5. Evaluasi Hasil adalah penilaian hasil kegiatan apakah sesuai dengan perencanaan, apakah ada hambatan-kelemahan hingga perlu analisis SWOT untuk mengurangi hambatan-kelemahan dan meningkatkan kesempatan kekuatan.
Tata kerja juga menyangkut deskripsi pekerjaan dan alur kerja di laboratorium klinik yang merupakan penjelasan apa yang telah digambarkan dalam struktur organisasi, prinsip kerja dan proses tata kerja.
Deskripsi Pekerjaan
Deksripsi pekerjaan walaupun diuraikan dari Kepala Lab. atau Unit Pelayanan Lab. sampai seksi atau sub unit terkecil sendiri-sendiri, tetapi tetap ada kaitannya dengan seksi atau sub unit lainnya untuk mewujudkan participative governance maupun coorporate governance setelah ada kesepakatan bersama.
Di bawah ini diberikan beberapa contoh deskripsi pekerjaan dan alur kerja(7).
3.1 Deskripsi Pekerjaan
3.1.1. Deskripsi Pekerjaan Kepala Lab/Unit Pelayanan Lab.
Fungsi:
Bertindak sebagai kordinator pelaksanaan dan pengembangan pelayanan lab. rumah sakit dan pelayanan pendidikan serta memfasilitasi penelitian di unit laboraorium.
Tugas-tugas:
1). memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan di laboratorium.
2). merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan lab. rumah sakit, pelayanan pendidikan dan penelitian di laboratorium.
3). mengkoordinasikan dan memelihara administrasi pelayanan , keuangan, rekam medik, informasi, promosi dan pemasaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4). mengevaluasi dan membuat laporan tahunan dan laporan berkala.
5). memberikan pembinaan administrasi, pelatihan dan manajemen kepada seluruh staf laboratorium.
Wewenang:
1). menentukan keputusan menyangkut kebijaksanaan pelayanan dan pengembangan labora-torium.
2). mengusulkan program-program yang berkaitan dengan pelayanan dan pengembangan la-boratorium kepada direktur rumah sakit.
3). Mengusulkan tambahan prasarana dan sarana sesuai dengan kebutuhan laboratorium.
4). Mengadakan pertemuan koordinasi sedikitnya sekali tiap bulan.
5). Memberikan teguran terakhir kepada staf yang melakukan pelanggaran dan mengembalikan staf yang bersangkutan kepada direktur rumah sakit bila teguran terakhir tidak diindahkan.
Tanggung jawab:
1). bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas kelancaran pelaksanaan dan pengem-bangan pelayanan laboratorium rumah sakit dan pelayanan pendidikan, pelatihan serta penelitian di laboratorium.
2). bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas pemasukan dan pengeluaran keuangan laboratorium.
3.1.2 Deskripsi Pekerjaan Kepala Seksi Sub Unit Administrasi, Keuangan dan Logistik
Fungsi:
Bertindak selaku koordinator administrasi dan di bawah supervisi kepala lab., merencanakan dan mengelola administrasi, keuangan dan logistik laboratorium.
Tugas-tugas:
1). menangani sistem pencatatan dan distribusi surat masuk dan surat keluar.
2). membuat rencana kebutuhan/Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan.
3). menyusun laporan keuangan setiap bulan.
4). bekerjasama dengan para kepala sub unit lainnya menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk pelayanan laboratorium.
5). atas persetujuan kepala unit menentukan kontrak kerjasama dengan rekanan berdasarkan perbandingan harga produk/reagen yang digunakan.
Wewenang:
1). menentukan prioritas kebutuhan/permintaan dari seksi/sub unit pelayanan baik darti segi keuangan maupun logistik.
2). atas persetujuan kepala unit, meminta pertanggungjawaban kepala sub unit atas penggunaan alat/reagen dan bahan habis lainnya.
3.1.3 Deskripsi Pekerjaan Kepala Seksi/Sub Unit Hematologi
Fungsi:
Bertindak sebagai kordinatnor pelayanan, pengembangan dan pendidikan, pelatihan serta penelitian dalam bidang hematologi dan Bank Darah.
Tugas-tugas:
1). mengawasi kelancaran pelayanan setiap hari di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). mengawasi kontrol kualitas tes-tes hematologi dan Bank Darah setiap hari.
3). melaksanakan pemantapan mutu internal setiap hari dan mengikuti Pemantapan Mutu Ekster-nal (PME) secara berkala.
4). menentukan solusi atas permasalahan yang timbul di seksi/sub unit Hematologi dan Bank Darah termasuk masalah ketenagaan.
5). mengupayakan pengembangan tes-tes Hematologi dan pelayanan Bank Darah sesuai kebu-tuhan pengguna jasa.
6). membimbing peserta pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
7). membimbing dan mengembangan penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
Wewenang:
1). meminta fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan pelayanan di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). mengusulkan perbaikan/penggantian sarana atau alat yang dianggap bermasalah.
3). mengusulkan pengadaan alat/metode baru untuk tes Hematologi dan Bank Darah sesuai kebutuhan pengguna jasa.
Tanggung jawab:
1). bertanggung jawab kepada kepala lab.atas kelancaran dan kualitas hasil pelayanan laboratirum di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). bertanggung jawab atas pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
3.2 Alur Kerja
Alur kerja adalah tata kerja antara sub unit, diselaraskan dengan deskripsi pekerjaan.
Beberapa contoh tugas dan alur kerja
1. Sub Unit Pelayanan, Pemeliharaan dan Sumber Daya Manusia.
1.1 Produktivitas pelayanan di seluruh lab. klinik.
1.2 Penyiapan form paket check up setelah disepakati oleh unit fungsional diseragamkan dan diteruskan ke sub unit administrasi.
1.3 Penyiapan form paket tiap penyakit. mis. diabetes melitus, infark miocard, anemi, obesitas dan lain-lain yang diperlukan pengguna jasa setelah disepakati oleh unit fungsional diseragamkan dan diteruskan ke sub unit administrasi.
1.4 Penyiapan paket pelatihan dan pendidikan.
1.4.1 Manajemen umum lab. maupun khusus misalnya keuangan.
1.4.2 Teknik tes lab. misalnya untuk keperluan analis medis, kepaniteraan, dan lain-lain.
Setelah disepakati oleh sub unit fungsional diteruskan ke kepala lab. untuk keputusan.
1.5 Menyiapkan fasilitas untuk penelitian dengan persetujuan sub unit fungsional dan kepala lab. serta mengatur hingga tak menganggu fungsi lain.
1.6 Pemeliharaan prasarana, dan sarana.
1.7 Mengatur mutasi staf intra lab.secara berkala.
1.8 Meneruskan permohonan cuti staf kepada kepala lab.
1.9 Memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada staf yang tidak disiplin.
2. Sub Unit Administrasi, Keuangan dan Logistik
2.1 Pengadaan form permintaan dan jawaban yang telah disetujui kepala unit tentang no.1.1, 1.2, 1.3 dan seterusnya.
2.2 Pengadaan fasilitas pelatihan yang telah disetujui kepala lab.
2.3 Fasilitasi penelitian yang telah disetujui kepala lab.
2.4 Pelaksanaan pelaporan administrasi dan keuangan pada akhir minggu I tiap bulan.
2.5 Penyediaan logistik dengan mengusahakan tidak boleh kadaluwarsa.
2.6 Pengadaan alat baru sesuai permintaan sub unit/seksi dan pengguna serta persetujuan kepala lab.
2.7 Pembayaran honorarium paling lambat pada akhir minggu 3 tiap bulan.
2.8 memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada stafnya yang tidak disiplin.
2.9 Penyiapan sangsi bagi karyawan yang tak disiplin setelah disetujui kepala lab..
2.10 Penyiapan penghargaan bagi yang berjasa besar setelah disetujui kepala lab..
3. Sub Unit Rekam Medik, Infromasi dan Pemasaran
3.1 Menyiapkan pelaksanaan komputerisasi sistim informasi lab. tentang:
- hasil tes laboratorium untuk efektivitas pelayanan.
- administrasi, keuangan dan logistik untuk pengawasan dan pengendalian.
3.2 Melaksanakan rekam medik dan analisis:
- jumlah tes tiap bulan untuk evaluasi pelayanan dan permintaan.
- jumlah 3 tes terbanyak dan 3 tes paling sedikit tiap bulan untuk pertimbangan keputusan.
3.3 Strategi promosi dan pemasaran tes sesuai paket check up dan targetnya.
3.4 Pemasaran tes sesuai paket penyakit dan targetnya.
- internal ke unit pelayanan, komite medik/siang klinik, unit pelayanan dan lain-lain.
- eksternal ke instansi lain, pertemuan ilmiah dan lain-lain.
3.5 Pemasaran paket pelatihan dan targetnya.
3.5.1 Manajemen lab. klinik sesuai kebutuhan pengguna jasa.
3.5.2 Teknis tes lab. sesuai kebutuhan pengguna jasa.
3.6 Penyebaran lab. info dan dampaknya ke unit lain, komitemedik, lain-lain dan follow up serta targetnya misalnya meningkatnya pengguna jasa 5 % tiap bulan.
3.7 Memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada staf yang tidak disiplin.
Tata kerja dan alur kerja diseksi/sub unit fungsional yaitu Sampling/Imunologi, Kimia Klinik, Hematologi, Bank Darah, Analisis Cairan Tubuh, Mikrobiologi dan Parasitologi Klinik tak diberikan contoh, karena sudah umum diketahui namun dapat dibuat sesuai kebutuhan untuk peningkatan produktivitas. Tiap seksi/sub unit tersebut bertanggung jawab atas kegiatan pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik, pemantapan mutu internal, eksternal serta tetap ada partisipasi antar seksi.
Secara garis besar tata kerja di lab. klinik dalam rangka good governance dapat digambarkan seperti berikut:
MELAYANI MASYARAKAT SIPIL MEMFASILITASI
PASIEN + - AKADEMISI PESERTA DIDIK/
MASYARAKAT - KEL.PROFESI PENELITIAN
SWASTA LAB KLINIK RS/ PEMERINTAH
DALAM NEGERI: UNIT PELAYANAN - KARYAWAN LAB.
- SUPPLIER LABORATORIUM - UNIT LAIN DI R.S.
(REKANAN) - INSTALASI RS
- PERUSAHAAN * WORKSHOP
- LSM * FARMASI, DLL
- PMI - PIMPINAN RS
LUAR NEGERI - LAB.KES
- JICA - DINKES
- WHO - IDI,KKI,MKKI,AIPKI
- DLL. - PEMDA ,PEM.PUSAT
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR
ADMINISTRASI SARANA & PELAYANAN PELAYANAN
& KEUANGAN SUMBER DAYA PENDIDIKAN PENGEMBANGAN
MANUSIA PROMOSI
III. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah tugas pimpinan laboratorium yaitu Ketua dan Sekretariatnya yang merupakan penggerak kegiatan lab. dan juga penggagas arah pengembangan lab. masa depan yang lebih baik dengan manajemen partisipatif dan keputusan tepat.
Pimpinan lab. harus dapat mengkoordinasi semua kegiatan lab. yang tak berhenti selama 24 jam secara cepat, tepat dan teliti dan terus menerus memperbaiki produktivitas.
Pimpinan lab. harus kreatif dalam merencanakan pengembangan lab. yang lebih cocok dengan kebutuhan pengguna jasa pada saat yang tepat dan pelayanan cepat dengan peralatan dan mutu baik serta dilakukan oleh karyawan yang terlatih.
Pimpinan lab. harus dapat memanfaatkan paradigma governance yaitu participative, good dan corporate governance, secara vertikal dan horizontal untuk kemajuan lab. yang dipimpinnya.
Pimpinan Lab. Klinik adalah koordinator dalam mengarahkan menjadi lab. klinik unggulan dengan fungsi optimal dan produktif seperti yang tercantum dalam misi lab. klinik.
Dari aspek corporate governance kepemimpinannya diarahkan untuk(9):
1. menghasilkan pelayanan, pendidikan, pelatihan dan memfasilitasi penelitian dan produk lain yang baik untuk keperluan kesehatan pengguna jasa dan kesejahteraan karyawan sesuai produktivitasnya dengan memperhatikan nilai sosial, ekonomi dan lingkungan.
2. mengaplikasikan persyaratan governance yaitu transparansi, akuntabilitas, keadilan, tanggung jawjab, demokratisasi, desentralisasi, partisipasi dan lain-lain.
3. bersama “stake holders” dan “share holders” semua merasa memiliki lab. tersebut menghindari korupsi (KKN) dengan memberdayakan atau memampukan untuk meningkatkan produktivitas.
4. produktivitas tersebut terus menerus diperbaiki mutunya dan dimanfaatkan lebih banyak pengguna jasa.
Proses kepemimpinan kepala lab.klinik yang bertanggung jawab atas fungsi lab. dan mendapatkan hasil/income saja harus diubah menjadi manajemen partisipatif artinya pendapat seksi/sub unit ikut berperan dalam:
a. Konsolidasi organisasi lab. klinik yang partisipatif, dan memendekkan birokrasi untuk efektivitas efisiensi operasional.
b. Desentralisasi fungsi sesuai seksi/sub unit dengan kepala lab. sebagai koordinator.
c. Semua karyawan sadar untuk melaksanakan tugasnya dan siap berpartisipasi dengan yang lain untuk kemajuan lab.
d. Memecahkan masalah bersama dan inovasi yang lebih produktif.
e. Membentuk tim partisipatif atau tim adhoc untuk solusi masalah, inovasi pelayanan yang lebih baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.
f. Untuk yang akhir ini perlu adanya tim pemasaran/promosi yang aktif untuk mendapatkan pengguna jasa/pelanggan yang lebih banyak atau target tertentu.
g. Semua pemantapan mutu internal/external baik, kerjasama good governance baik, hasil pemasaran/keuangan lebih baik, kepuasan pengguna jasa baik dan kesejahteraan karyawan meningkat.
h. Bagi karyawan yang tak disiplin dan tak produktif setelah diberi teguran lisan dan tertulis dikurangi ganjaran kesejahteraannya, ditunda kenaikan pangkatnya sampai diusulkan ke direktur rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.
i. Strategi pengembangan lab. yang lebih baik dan lebih produktif secara berkelanjutan dengan governance.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, MUTU
PELAYANAN, KESEJAHTERAAN
PEMANFAATAN INFORMASI
ANTISIPASI GLOBALISASI
TRANSFORMASI TEKNOLOGI PATICIPATIVE GOVERNANCE
SIKAP DINAMIS PARTISIPATIF
DENGAN KEBIJAKAN, SEKTOR SWASTA
DAN PEMASARAN
DUKUNGAN TEORI DAN PRAKTEK
SAIN DAN TEKNOLOGI
Gambar 2 Pendorong ke Participative Governance.
PENUTUP
Kesimpulan:
Telah diuraikan secara singkat organisasi dan tata kerja laboratorium klinik untuk peningkatan produktivitas dan pengembangannya serta pertumbuhan berkelanjutan dengan berlandaskan governance. Dalam era globalisasi, reformasi dan desentralisasi atau otonomi daerah, laboratorium klinik rumah sakit antara lain organisasi dan tata kerjanya perlu ditingkatkan untuk menjadi salah satu unggulan rumah sakit. Dengan demikian laboratorium klinik rumah sakit akan mengoptimalkan kualitas fungsinya yaitu pelayanan, memfasilitasi penelitian, pendidikan dan pelatihan laboratorium klinik untuk kepuasan pengguna jasa mapun untuk kesehjateraan karyawan dan kelestarian atau pembangunan berkelanjutan.
Saran:
Perlu peningkatan pengelolaannya, baik partisipasi antar unit di rumah sakit atau “clinical governance”, kemitraan dengan swasta, masyarakat sipil dan pemerintah atau “good governance” serta bersama pengguna jasa dan pemilik meningkatkan produktivitas unit usaha rumah sakit yaitu “corporate governance” secara profesional untuk mendapat keuntungan namun tetap memperhatikan faktor sosial.
DAFTAR PUSTAKA:
1. Hardjoeno. Health For All and Health Program Decentralization. Island Sustainability. Livelihood and Equity, Makassar: Hasanuddin University Press. 1999.
2. UNDP: Reconceptualising Governance. UNDP, New York, 1997.
3. McLagan P. & Nel. C.: The Age of Participation, New Governance for the Work Place and the World, Bernett Koehler Publisher San Fransisco, 1995.
4. Pearson,M.J. Role of Clinical Biochemists in Laboratory Medicine in the U.K. Lab. Medicine International vol.17 No.5, 2000.
5. Hardjoeno. Jender dan Pemerintahan Berbasis Kemitraan. Makassar: Hasanuddin University Press. 2001.
6. Henry J.B.: The Clinical Laboratory in Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods. 19th edition. W.B. Sanders Co.. 1996.
7. PERJAN R.S. Wahidin Sudirohusodo. 2002. Unit Pelayanan Laboratorium. Struktur Organisasi Uraian Tugas Rencana Kegiatan Operasional/Plan of Action (POA) .
8. ___________. Health Security. The Official Text. The White House Domestic Policy Council. 1993.
9. McRitchie J. Enhancing the return on Capital Through Increased Accountability. Corporate Governance. 2001.
10. Okley E.D., Krug. Enlighlemed Leadership. Getting to the Heart of Change. 1994.
“ SOFTSKILL ”
Disusun oleh :
Nama : Eka Fitria Rakhmah
NPM : 10108667
Kelas : 2 KA 21
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum (Softskill). Adapun judul dari makalah ini adalah “ Organisasi dan Tata Kerja Laboratorium Klinik Rumah Sakit“.
Selain itu tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu saya dalam menyelesaikan tugas makalah ini, terutama kepada Dosen bidang studi Teori Organisasi Umum , Bapak Nurhadi. Karena saya sadar maksud beliau memberikan tugas ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas belajar kami dan menambah pengetahuan kami.
Akhir kata “ Tak ada gading yang Tak retak (tak ada sesuatu yang sempurna) “ begitu pula dengan makalah yang telah saya buat ini. Oleh karena itu , saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Dan semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membaca atau menyimaknya.
Bekasi, Maret 2010
Penyusun
DAFTAR ISI
JUDUL HALAMAN
KATA PENGANTAR ..................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................... 2
I. PENDAHULUAN ………………………………………………………... 3
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA LAB KLINIK RUMAH SAKIT ........... 4
2.1 Visi .............................................................................................. 4
2.2 Misi ………………………………………………………………................. 4
2.3 Sasaran dan Tujuan …………………............................................... 5
2.4 Struktur Organisasi Laboratorium Klinik ............................................... 5
2.5 Proses Tata kerja ……………………………………………................ 7
III. KEPEMIMPINAN ……………………………………………………...... 13
3.1 Pendorong ke Participative Governance ............................................... 15
IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan dan Saran ....................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 17
ORGANISASI DAN
TATA KERJA LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT
I. PENDAHULUAN
Usai Perang Dunia Kedua banyak negara dengan pemerintahan otoriter atau otokratis berubah menjadi demokratis. Demikian pula lembaga, institusi, organisasi bisnis dan badan hukum lainnya dalam negera tersebut berubah dari otokratis menjadi demokratis yang berlandaskan governance, baik participative governance, good governance maupun corporate governance apalagi dalam era globalisasi, reformasi, demokratisasi, dan desentralisasi atau otonomi daerah. Dalam makalah ini akan diuraikan organisasi dan tata kerja laboratorium klinik rumah sakit yang merupakan bagian untuk peningkatan produktivitas pelayanan. Namun sebelumnya perlu disepakati beberapa istilah yang berkaitan dengan laboratorium klinik.
1. Organisasi adalah kesatuan atau kelompok kerjasama untuk menggerakkan aktivitas guna mencapai tujuan. Laboratorium klinik rumah sakit adalah organisasi atau unit rumah sakit dengan aktivitas pelayanan laboratorium klinik di rumah sakit tersebut. Tergantung dari status laboratorium dapat juga berfungsi dalam pelayanan, pelatihan, pendidikan dan penelitian di bidang laboratorium klinik antara lain hematologi, kimia klinik, imunologi, mikrobiologi klinik, urinalisis dan analisis cairan tubuh lainnya, baik untuk keperluan lab. klinik sendiri maupun bersama bidang lainnya terutama bidang klinik.
2. Dalam hal ini, setiap organisasi berlandaskan “participative governance” artinya ada kerjasama antar setiap bidang atau unit untuk mencapai tujuan, atau di rumah sakit merupakan “clinical governance” yang memprioritaskan partisipasi antar unit untuk pengembangan profesional berkelanjutan(4). Selanjutnya organisasi tersebut menggunakan “good governance” artinya memanfaatkan pemerintah misalnya dalam kebijakan, sektor swasta misalnya bantuan dan masyarakat sipili (civil society) misalnya akademisi, kelompok profesi untuk berinteraksi konstruktif dalam mencapai tujuan.
Untuk organisasi, berbadan hukum, rumah sakit, apalagi yang sudah menjadi Perjan, termasuk laboratorium kliniknya perlu berlandaskan “corporate governance” artinya di samping berlandaskan partisipatisi (participative governance) dan kebersamaan (good governance) perlu berusaha mandiri agar lestari artinya dalam usahanya harus ada keuntungan supaya tetap eksis, lestari dan lebih baik (sustainable development) di samping tetap memperhatikan usaha sosial misalnya memberikan dispensasi bagi yang miskin dalam pelayanan laboratorium klinik.
3. Peran Gender
Dalam pelayanan laboratorium klinik perlu adanya peran gender, artinya peran pria dan wanita dalam laboratorium klinik tersebut dari segi sosial sama tingginya, siapa yang lebih baik dari segi profesi dan prestasi, kepemimpinan dan manajemen berhak mendapatkan kedudukan atau jabatan dan “reward” yang sesuai.
4. Laboratorium Klinik Rumah Sakit dapat berarti Laboratorium Patologi Klinik atau Unit Pelayan-an Laboratorium Klinik atau Laboratorium / Lab.
II. ORGANISASI DAN TATA KERJA LABORATORIUM KLINIK RUMAH SAKIT
Organsiasi laboratorium klinik rumah sakit sebaiknya memperhatikan pilar-pilar organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran. Sedikitnya ada sepuluh pilar yang perlu dimanfaatkan yaitu nilai (values), struktur (stuctures), kepemimpinan (leadership), proses manajemen (management pro-cesses), informasi (information), tata kerja dan kemitraan (procedures and partnership) kompetensi (competences), pengawasan (controls),kinerja (performance), dan pembayaran (pay).
Sesuai dengan judul maka tidak semua pilar dibahas dalam makalah ini.
1. Nilai atau Wawasan Organisasi Lab. Klinik
Nilai merupakan hal yang mendasar, antara lain berisi visi, misi dan tujuan/sasaran organisasi. Sejumlah nilai ini tak begitu nampak dalam tata kerja sehari-hari, namun bila ada kesempatan atau ancaman, nilai tersebut sangat berguna untuk mewujudkan partisipasi dan kebersamaan dalam memecahkan permasalahan atau mencapai sasaran.
Sebagai contoh visi, misi dan sasaran laboratorium klinik rumah sakit secara garis besar adalah sebagai berikut :
Visi:
Menjadi pusat unggulan dalam pelayanan, pendidika, pelatihan dan penelitian laboratorium klinik serta pengembangannya sesuai kebijakan rumah sakit untuk memuaskan pengguna jasa.
Misi:
1. Memberikan pelayanan laboratorium klinik secara optimal yang memuaskan pengguna jasa dan karyawan laboratorium klinik tentang skrining penyakit, diagnosis, prognosis dan monitoring terapi.
2. Memfasilitasi pelaksanaan pendidikan, pelatihan, penelitian dan penggunaan teknologi baru dan manajemen di bidang laboratorium klinik untuk meningkatkan mutu produktivitas secara berkelanjutan.
3. Menjalin tata kerja dan kemitraan berkelanjutan berpedoman pada:
3.1 participative governance dalam unit kerja artinya partisipatif, transparan, akuntabel, sustainabel, keadilan, kesetaraan gender dan lain-lain syarat governance, dan;
3.2 good governance dengan sesama unit kerja, pimpinan rumah sakit, pemerintah, masyarakat sipil (civil society) terutama dokter, ahli dalam berbagai bidang dan swasta antara lain industri, “donor agency”, dan pengguna laboratorium, serta;
3.3 corporate governance untuk kemandirian, kelestarian dan kesejahteraan.
4. Mengembangkan jenis dan paket/panel pelayanan laboratorium klinik yang diperlukan pengguna jasa dan memanfaatkan laboratorium untuk meningkatkan produktivitas antara lain mengurangi biaya operasional namun tetap menambah pendapatan.
5. Memberikan informasi yang berkaitan dengan pelayanan dan pengembangan laboratorium klinik secara cepat, tepat, teliti dan terpadu serta terus diperbaiki.
6. Menjaga produktivitas dan kinerja laboratorium yang terus meningkat dalam mutu, akreditasi, untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan.
7. Menyesuaikan dengan pengguna jasa dan kemampuan lab. serta “cost effectiveness” arah pelayanan laboratorium abad 21 yaitu antara lain:
a. Diagnosis sel dan diagnosis molekuler misalnya PCR, DNA probes.
b. Genetika dan biologi misalnya neorobiologi dan biologi reproduksi.
c. Segala jenis tes Imunologi untuk diagnosis.
d. Otomatisasi tes sampai dengan tes secara robotik dengan memperhatikan kebutuhan.
e. Telemedicine dalam hal ini telepathology dan telecommunications yang semuanya diarahkan untuk kesehatan penderita/pengguna jasa.
Sasaran dan Tujuan:
Terwujudnya mutu pelayanan laboratorium klinik yang terus meningkat secara berkelanjutan yang didukung kebijakan pimpinan rumah sakit dan memuaskan pengguna jasa pada era globalisasi khususnya AFTA tahun 2003, sehat untuk semua 2010 dan Health for All 2025.
Nilai merupakan wawasan organisasi. Dalam pengembangannya agar selalu sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan pengguna jasa karena itu selalu dapat dipertimbangkan inisiatif atau referensi baru yang memperbaiki wawasan tersebut.
2. Struktur Organisasi Laboratorium Klinik
Struktur organisasi dan tata kerja merupakan gambaran falsafah “participative governance”, artinya tiap sub unit atau seksi saling berpartisipasi, saling memperkuat, birokrasi tak panjang hingga cepat memperoleh akses yang diperlukan, transparan artinya terbuka dalam laporan maupun informasi hingga dapat dipertanggungjawabkan, akuntabel, pemerataan hak dan keadilan/gender equity yang semuanya difokuskan untuk produktivitas dan kelestarian lab. klinik, kepuasan pengguna jasa dan kesejahteraan.
Contoh struktur organisasi lab. klinik dapat dilihat di bawah ini :
Contoh 1
KEPALA LAB
PELAYANAN, PEMELIHARAAN ADMINISTRASI, KEUANGAN REKAM MEDIK, SISTIM,
DAN SDM DAN LOGISTIK INFORMASI DAN
PEMASARAN
IMUNOLOGI KIMIA KLINIK HEMATOLOGI CAIRAN TUBUH MIKROBIOLOGI
DAN DAN LAB. DAN BANK URINALISIS DAN PARASI-
SAMPLING SATELIT DARAH DLL. TOLOGI
Pada contoh ini kepala lab. klinik mengkoordinasi delapan kegiatan, mengimplementasikan good participative governance untuk pengembangan dan kelestarian lab. klinik, tiga kotak di atas merupakan sekretariat, sedang lima kotak di bawah merupakan kegiatan fungsional lab. pra-analitik, analitik, pasca-analitik dan pemantapan mutu internal serta eksternal (PMI & PME).
Lab satelit yaitu lab. rawat darurat, lab. intensif dan lab, bank darah.
Contoh 2:
KEPALA LAB
SEKRETARIS
SEKSI PRE-ANALITIK SEKSI ANALITIK SEKSI PASCA ANALITIK
Pada contoh ini Ketua lab. mengkoordinasi 4 kegiatan atau seksi atau sub unit dalam lab. ditambah tugas keluar untuk pengembangan lab. Di sini perlu sekretaris yang kuat untuk kebutuhan fungsional lab. yang mengkordinasi administrasi, keuangan, tarif, informasi, promosi, pamasaran dan lain-lain.
3. Tata Kerja di Laboratorium Klinik
Tata kerja menggambarkan sistim aliran kegiatan dalam organisasi dalam hal ini lab. hingga lab. tersebut berfungsi. Agar fungsi lab. tersebut produktif, perlu diterapkan beberapa prinsip, proses, deskripsi pekerjaan dan alur kerja.
Prinsip Tata Kerja
Prinsip tata kerja tersebut antara lain adalah keamanan (security/safety), kesederhanaan (simpilcity), efektivitas dan efisiensi (effectiviness and efficiency), keadilan (equity), kualitas (quality), kelestarian (sustainability), tanggung jawab (responsibility) dan kesejahteraan (welfare). Secara singkat contoh prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
Security and safety: • keamanan dalam tata kerja lab. pra-analitik, analitik, pasca-analitik.
• keamanan dalam tata kerja administrasi yang memerlukan kerjasama, partisipasi dan tanggung jawab karyawan tim yang berkaitan.
Simplicity : • kesederhanaan prosedur administrasi hingga birokrasi diperpendek dan pro-sedur tetap tes pra-analitik, analitik, dan pasca analitik.
Efficiency & Effectiveness: • semua bertanggung jawab atas kecepatan prosedur tata kerja hingga dapat selesai tepat waktu.
Equity : • keadilan dalamprosedur tata kerja antara lain tak membedakan gender dan kaya miskin dalam pelayanan.
Quality : • kualitas hasil tata kerja administrasi maupun hasil lab harus baik.
Responsibility : • tanggung jawab semua karyawan sesuai deskripsi pekerjaaan dan tata kerja sesuai tugasnya.
Welfare : • kesejahteraan karyawan maupun pengguna jasa misalnya memberi kemu-dahan bagi yang tak mempu untuk tetap meningkatkan kesehatan.
Sustainability : • kelestarian pengembangan fungsi lab. hingga terjadi perbaikan berkelanjutan (continous improvement).
Proses Tata Kerja
Tata kerja adalah aturan atau mekanisme fungsi unit, seksi atau sub unit di lab. klinik dengan prinsip partisipatif, profesional dan kebersamaan kerja untuk mencapai sasaran. Koordinasi menyeluruh oleh kepala lab. dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi hasil. Untuk jelasnya diberikan pengertian-pengertian sebagai berikut:
1. Koordinasi adalah suatu upaya/usaha pimpinan untuk menyelaraskan kegiatan masing-masing petugas dalam organisasi dengan maksud agar supaya semua kegiatan yang terkait dapat diselesaikan tepat waktu sesuai rencana dengan hasil tepat sasaran atau target. Hal ini dapat dilaksanakan dengan jalan mengadakan rapat-rapat baik formal maupun non formal yang membahas berbagai hambatan yang dihadapi oleh berbagai petugas atau seksi/sub unit organisasi. Dalam pembahasan tersebut diharapkan akan mencapai kesepakatan bersama apa yang harus dilakukan agar dapat mengatasi hambatan-kelemahan dan meningkatkan kesempatan-kekuatan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
2. Perencanaan adalah proses atau kegiatan menetapkan apa yang akan kita kerjakan di masa yang akan datang baik mengenai waktu, jumlah, dan mutunya dalam rangka mencapai sasaran tertentu. Bila perencanaan tersebut dapat dicapai dan diselesaikan dengan lebih baik dan rinci maka tujuan usaha ini dapat dicapai dan diselesaikan dengan lebih memuaskan karena dapat diselesaikan menurut urutan tingkatan penting dan yang kurang penting. Perencanaan biasanya dibagi menjadi jangka panjang misal untuk 10-25 tahun, jangka menengah untuk lima tahun dan jangka pendek atau rencana tahunan.
3. Organisasi dan Pelaksanaan adalah pelaksanaan atau tata kerja berdasarkan organisasi yang ada atau yang dibentuk, semua kegiatan lab. klinik selama 24 jam (lab. pagi, sore dan malam, lab. rawat darurat dan lab intensif). Pelaksanaan kegiatan selalu berlandaskan efektivitas, efisiensi dan produktifitas.
3.a. Efektivitas adalah evaluasi atau penilaian tentang apakah kegiatan telah dilakukan sesuai dengan yang direncanakan baik mengenai waktu kerja maupun mengenai mutu dan volume kerja.
3.b. Efisiensi adalah suatu evaluasi terhadap suatu proses atau kegiatan dengan jalan mengukur masukan (input) dengan keluaran (output), atau antara sumber daya yang digunakan dengan hasilnya, atau satuan biaya tertentu dengan hasilnya.
3.c. Produktivitas dapat didefinisikan dengan efisiensi penggunaan sumber daya tertentu dalam menghasilkan output. Cara pengukurannya antara lain adalah sebagai berikut:
- keluaran/hasil (output) per jam orang.
- Keluaran/hasil (output per unit modal.
4. Pengawasan adalah segala upaya yang harus dilakukan oleh atasan langsung dengan maksud agar segala sasaran atau rencana yang ingin dilakukan dapat terlaksana dengan baik. Upaya-upaya dilakukan dalam pengawasan itu banyak bentuk serta variasinya. Apa saja yang harus diketahui agar supaya pengawasan dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:
4.a Apa yang harus dikerjakan, misalnya:
1. jumlah dan jenis tes
2. mutu hasil tes
3. waktu yang tersedia
4.b Sumber daya yang dipakai untuk pekerjaan atau tes tersebut:
1. tenaga kerja misalnya tenaga administrasi atau analis.
2. bahan-bahan misalnya formulir permintaan dan formulir jawaban tes.
3. peralatan operasional dan telah distandarisasi.
4. fasilitas lainnya misalnya aliran listrik dengan tegangan tetap, air bersih, a.c., dll.
4.c Proses dan progres/kemajuan:
1. apakah menggunakan sumber daya yang tersedia dengan baik atau apa ada masalah?
2. apakah dalam waktu yang tersedia dapat diselesaikan, atau apa ada masalah?
3. apakah dengan biaya yang pantas misalnya tes tidak diulang-ulang yang meningkatkan biaya?
4. apakah hasil tes dengan mutunya sesuai dengan mutu standar misalnya pada Peman-tapan Mutu Eksternal (PME) nilainya baik?
5. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut?
4.d Segera mengetahui bila terjadi hambatan:
1. apa yang terjadi misalnya hasil tes tak cocok dengan penyakitnya.
2. apa sebabnya misalnya aliran listrik dan tegangannya.
3. cara mengatasinya misalnya stabilitas aliran listrik dan memisahkan dengan fungsional lain, standarisasi ulang, gangguan alat dan sebagainya.
4.e Apa yang dilakukan dalam mengatasi hambatan itu:
1. siapa yang melakukan
2. bagaimana caranya
3. berapa biayanya
4. kapan selesainya
4.f Bila pekerjaan selesai:
1. berapa waktu penyelesaiannya.
2. bagaimana mutu hasil tes.
3. bagaimana biayanya dibandingkan dengan biaya operasionalnya.
4.g Bagaimana pekerjaan dapat lestari:
1. prasarana lab., air, listrik dan lain-lain baik.
2. sarana: alat, reagen dan lain-lain tersedia dan diperkirakan tidak kadaluwarsa.
3. SDM terlatih untuk tiap kegiatan tersedia.
4.h Stabilitas ekonomi, politik dan keamanan yang mendukung fungsi lab. klinik serta strategi pemasaran yang berhasil untuk pengembangan lab.
5. Evaluasi Hasil adalah penilaian hasil kegiatan apakah sesuai dengan perencanaan, apakah ada hambatan-kelemahan hingga perlu analisis SWOT untuk mengurangi hambatan-kelemahan dan meningkatkan kesempatan kekuatan.
Tata kerja juga menyangkut deskripsi pekerjaan dan alur kerja di laboratorium klinik yang merupakan penjelasan apa yang telah digambarkan dalam struktur organisasi, prinsip kerja dan proses tata kerja.
Deskripsi Pekerjaan
Deksripsi pekerjaan walaupun diuraikan dari Kepala Lab. atau Unit Pelayanan Lab. sampai seksi atau sub unit terkecil sendiri-sendiri, tetapi tetap ada kaitannya dengan seksi atau sub unit lainnya untuk mewujudkan participative governance maupun coorporate governance setelah ada kesepakatan bersama.
Di bawah ini diberikan beberapa contoh deskripsi pekerjaan dan alur kerja(7).
3.1 Deskripsi Pekerjaan
3.1.1. Deskripsi Pekerjaan Kepala Lab/Unit Pelayanan Lab.
Fungsi:
Bertindak sebagai kordinator pelaksanaan dan pengembangan pelayanan lab. rumah sakit dan pelayanan pendidikan serta memfasilitasi penelitian di unit laboraorium.
Tugas-tugas:
1). memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan pelayanan di laboratorium.
2). merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan lab. rumah sakit, pelayanan pendidikan dan penelitian di laboratorium.
3). mengkoordinasikan dan memelihara administrasi pelayanan , keuangan, rekam medik, informasi, promosi dan pemasaran sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
4). mengevaluasi dan membuat laporan tahunan dan laporan berkala.
5). memberikan pembinaan administrasi, pelatihan dan manajemen kepada seluruh staf laboratorium.
Wewenang:
1). menentukan keputusan menyangkut kebijaksanaan pelayanan dan pengembangan labora-torium.
2). mengusulkan program-program yang berkaitan dengan pelayanan dan pengembangan la-boratorium kepada direktur rumah sakit.
3). Mengusulkan tambahan prasarana dan sarana sesuai dengan kebutuhan laboratorium.
4). Mengadakan pertemuan koordinasi sedikitnya sekali tiap bulan.
5). Memberikan teguran terakhir kepada staf yang melakukan pelanggaran dan mengembalikan staf yang bersangkutan kepada direktur rumah sakit bila teguran terakhir tidak diindahkan.
Tanggung jawab:
1). bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas kelancaran pelaksanaan dan pengem-bangan pelayanan laboratorium rumah sakit dan pelayanan pendidikan, pelatihan serta penelitian di laboratorium.
2). bertanggung jawab kepada direktur rumah sakit atas pemasukan dan pengeluaran keuangan laboratorium.
3.1.2 Deskripsi Pekerjaan Kepala Seksi Sub Unit Administrasi, Keuangan dan Logistik
Fungsi:
Bertindak selaku koordinator administrasi dan di bawah supervisi kepala lab., merencanakan dan mengelola administrasi, keuangan dan logistik laboratorium.
Tugas-tugas:
1). menangani sistem pencatatan dan distribusi surat masuk dan surat keluar.
2). membuat rencana kebutuhan/Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan.
3). menyusun laporan keuangan setiap bulan.
4). bekerjasama dengan para kepala sub unit lainnya menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk pelayanan laboratorium.
5). atas persetujuan kepala unit menentukan kontrak kerjasama dengan rekanan berdasarkan perbandingan harga produk/reagen yang digunakan.
Wewenang:
1). menentukan prioritas kebutuhan/permintaan dari seksi/sub unit pelayanan baik darti segi keuangan maupun logistik.
2). atas persetujuan kepala unit, meminta pertanggungjawaban kepala sub unit atas penggunaan alat/reagen dan bahan habis lainnya.
3.1.3 Deskripsi Pekerjaan Kepala Seksi/Sub Unit Hematologi
Fungsi:
Bertindak sebagai kordinatnor pelayanan, pengembangan dan pendidikan, pelatihan serta penelitian dalam bidang hematologi dan Bank Darah.
Tugas-tugas:
1). mengawasi kelancaran pelayanan setiap hari di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). mengawasi kontrol kualitas tes-tes hematologi dan Bank Darah setiap hari.
3). melaksanakan pemantapan mutu internal setiap hari dan mengikuti Pemantapan Mutu Ekster-nal (PME) secara berkala.
4). menentukan solusi atas permasalahan yang timbul di seksi/sub unit Hematologi dan Bank Darah termasuk masalah ketenagaan.
5). mengupayakan pengembangan tes-tes Hematologi dan pelayanan Bank Darah sesuai kebu-tuhan pengguna jasa.
6). membimbing peserta pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
7). membimbing dan mengembangan penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
Wewenang:
1). meminta fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan pelayanan di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). mengusulkan perbaikan/penggantian sarana atau alat yang dianggap bermasalah.
3). mengusulkan pengadaan alat/metode baru untuk tes Hematologi dan Bank Darah sesuai kebutuhan pengguna jasa.
Tanggung jawab:
1). bertanggung jawab kepada kepala lab.atas kelancaran dan kualitas hasil pelayanan laboratirum di bidang Hematologi dan Bank Darah.
2). bertanggung jawab atas pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang Hematologi dan Bank Darah.
3.2 Alur Kerja
Alur kerja adalah tata kerja antara sub unit, diselaraskan dengan deskripsi pekerjaan.
Beberapa contoh tugas dan alur kerja
1. Sub Unit Pelayanan, Pemeliharaan dan Sumber Daya Manusia.
1.1 Produktivitas pelayanan di seluruh lab. klinik.
1.2 Penyiapan form paket check up setelah disepakati oleh unit fungsional diseragamkan dan diteruskan ke sub unit administrasi.
1.3 Penyiapan form paket tiap penyakit. mis. diabetes melitus, infark miocard, anemi, obesitas dan lain-lain yang diperlukan pengguna jasa setelah disepakati oleh unit fungsional diseragamkan dan diteruskan ke sub unit administrasi.
1.4 Penyiapan paket pelatihan dan pendidikan.
1.4.1 Manajemen umum lab. maupun khusus misalnya keuangan.
1.4.2 Teknik tes lab. misalnya untuk keperluan analis medis, kepaniteraan, dan lain-lain.
Setelah disepakati oleh sub unit fungsional diteruskan ke kepala lab. untuk keputusan.
1.5 Menyiapkan fasilitas untuk penelitian dengan persetujuan sub unit fungsional dan kepala lab. serta mengatur hingga tak menganggu fungsi lain.
1.6 Pemeliharaan prasarana, dan sarana.
1.7 Mengatur mutasi staf intra lab.secara berkala.
1.8 Meneruskan permohonan cuti staf kepada kepala lab.
1.9 Memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada staf yang tidak disiplin.
2. Sub Unit Administrasi, Keuangan dan Logistik
2.1 Pengadaan form permintaan dan jawaban yang telah disetujui kepala unit tentang no.1.1, 1.2, 1.3 dan seterusnya.
2.2 Pengadaan fasilitas pelatihan yang telah disetujui kepala lab.
2.3 Fasilitasi penelitian yang telah disetujui kepala lab.
2.4 Pelaksanaan pelaporan administrasi dan keuangan pada akhir minggu I tiap bulan.
2.5 Penyediaan logistik dengan mengusahakan tidak boleh kadaluwarsa.
2.6 Pengadaan alat baru sesuai permintaan sub unit/seksi dan pengguna serta persetujuan kepala lab.
2.7 Pembayaran honorarium paling lambat pada akhir minggu 3 tiap bulan.
2.8 memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada stafnya yang tidak disiplin.
2.9 Penyiapan sangsi bagi karyawan yang tak disiplin setelah disetujui kepala lab..
2.10 Penyiapan penghargaan bagi yang berjasa besar setelah disetujui kepala lab..
3. Sub Unit Rekam Medik, Infromasi dan Pemasaran
3.1 Menyiapkan pelaksanaan komputerisasi sistim informasi lab. tentang:
- hasil tes laboratorium untuk efektivitas pelayanan.
- administrasi, keuangan dan logistik untuk pengawasan dan pengendalian.
3.2 Melaksanakan rekam medik dan analisis:
- jumlah tes tiap bulan untuk evaluasi pelayanan dan permintaan.
- jumlah 3 tes terbanyak dan 3 tes paling sedikit tiap bulan untuk pertimbangan keputusan.
3.3 Strategi promosi dan pemasaran tes sesuai paket check up dan targetnya.
3.4 Pemasaran tes sesuai paket penyakit dan targetnya.
- internal ke unit pelayanan, komite medik/siang klinik, unit pelayanan dan lain-lain.
- eksternal ke instansi lain, pertemuan ilmiah dan lain-lain.
3.5 Pemasaran paket pelatihan dan targetnya.
3.5.1 Manajemen lab. klinik sesuai kebutuhan pengguna jasa.
3.5.2 Teknis tes lab. sesuai kebutuhan pengguna jasa.
3.6 Penyebaran lab. info dan dampaknya ke unit lain, komitemedik, lain-lain dan follow up serta targetnya misalnya meningkatnya pengguna jasa 5 % tiap bulan.
3.7 Memberikan teguran pertama lisan dan kedua tertulis kepada staf yang tidak disiplin.
Tata kerja dan alur kerja diseksi/sub unit fungsional yaitu Sampling/Imunologi, Kimia Klinik, Hematologi, Bank Darah, Analisis Cairan Tubuh, Mikrobiologi dan Parasitologi Klinik tak diberikan contoh, karena sudah umum diketahui namun dapat dibuat sesuai kebutuhan untuk peningkatan produktivitas. Tiap seksi/sub unit tersebut bertanggung jawab atas kegiatan pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik, pemantapan mutu internal, eksternal serta tetap ada partisipasi antar seksi.
Secara garis besar tata kerja di lab. klinik dalam rangka good governance dapat digambarkan seperti berikut:
MELAYANI MASYARAKAT SIPIL MEMFASILITASI
PASIEN + - AKADEMISI PESERTA DIDIK/
MASYARAKAT - KEL.PROFESI PENELITIAN
SWASTA LAB KLINIK RS/ PEMERINTAH
DALAM NEGERI: UNIT PELAYANAN - KARYAWAN LAB.
- SUPPLIER LABORATORIUM - UNIT LAIN DI R.S.
(REKANAN) - INSTALASI RS
- PERUSAHAAN * WORKSHOP
- LSM * FARMASI, DLL
- PMI - PIMPINAN RS
LUAR NEGERI - LAB.KES
- JICA - DINKES
- WHO - IDI,KKI,MKKI,AIPKI
- DLL. - PEMDA ,PEM.PUSAT
DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR
ADMINISTRASI SARANA & PELAYANAN PELAYANAN
& KEUANGAN SUMBER DAYA PENDIDIKAN PENGEMBANGAN
MANUSIA PROMOSI
III. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah tugas pimpinan laboratorium yaitu Ketua dan Sekretariatnya yang merupakan penggerak kegiatan lab. dan juga penggagas arah pengembangan lab. masa depan yang lebih baik dengan manajemen partisipatif dan keputusan tepat.
Pimpinan lab. harus dapat mengkoordinasi semua kegiatan lab. yang tak berhenti selama 24 jam secara cepat, tepat dan teliti dan terus menerus memperbaiki produktivitas.
Pimpinan lab. harus kreatif dalam merencanakan pengembangan lab. yang lebih cocok dengan kebutuhan pengguna jasa pada saat yang tepat dan pelayanan cepat dengan peralatan dan mutu baik serta dilakukan oleh karyawan yang terlatih.
Pimpinan lab. harus dapat memanfaatkan paradigma governance yaitu participative, good dan corporate governance, secara vertikal dan horizontal untuk kemajuan lab. yang dipimpinnya.
Pimpinan Lab. Klinik adalah koordinator dalam mengarahkan menjadi lab. klinik unggulan dengan fungsi optimal dan produktif seperti yang tercantum dalam misi lab. klinik.
Dari aspek corporate governance kepemimpinannya diarahkan untuk(9):
1. menghasilkan pelayanan, pendidikan, pelatihan dan memfasilitasi penelitian dan produk lain yang baik untuk keperluan kesehatan pengguna jasa dan kesejahteraan karyawan sesuai produktivitasnya dengan memperhatikan nilai sosial, ekonomi dan lingkungan.
2. mengaplikasikan persyaratan governance yaitu transparansi, akuntabilitas, keadilan, tanggung jawjab, demokratisasi, desentralisasi, partisipasi dan lain-lain.
3. bersama “stake holders” dan “share holders” semua merasa memiliki lab. tersebut menghindari korupsi (KKN) dengan memberdayakan atau memampukan untuk meningkatkan produktivitas.
4. produktivitas tersebut terus menerus diperbaiki mutunya dan dimanfaatkan lebih banyak pengguna jasa.
Proses kepemimpinan kepala lab.klinik yang bertanggung jawab atas fungsi lab. dan mendapatkan hasil/income saja harus diubah menjadi manajemen partisipatif artinya pendapat seksi/sub unit ikut berperan dalam:
a. Konsolidasi organisasi lab. klinik yang partisipatif, dan memendekkan birokrasi untuk efektivitas efisiensi operasional.
b. Desentralisasi fungsi sesuai seksi/sub unit dengan kepala lab. sebagai koordinator.
c. Semua karyawan sadar untuk melaksanakan tugasnya dan siap berpartisipasi dengan yang lain untuk kemajuan lab.
d. Memecahkan masalah bersama dan inovasi yang lebih produktif.
e. Membentuk tim partisipatif atau tim adhoc untuk solusi masalah, inovasi pelayanan yang lebih baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.
f. Untuk yang akhir ini perlu adanya tim pemasaran/promosi yang aktif untuk mendapatkan pengguna jasa/pelanggan yang lebih banyak atau target tertentu.
g. Semua pemantapan mutu internal/external baik, kerjasama good governance baik, hasil pemasaran/keuangan lebih baik, kepuasan pengguna jasa baik dan kesejahteraan karyawan meningkat.
h. Bagi karyawan yang tak disiplin dan tak produktif setelah diberi teguran lisan dan tertulis dikurangi ganjaran kesejahteraannya, ditunda kenaikan pangkatnya sampai diusulkan ke direktur rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.
i. Strategi pengembangan lab. yang lebih baik dan lebih produktif secara berkelanjutan dengan governance.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, MUTU
PELAYANAN, KESEJAHTERAAN
PEMANFAATAN INFORMASI
ANTISIPASI GLOBALISASI
TRANSFORMASI TEKNOLOGI PATICIPATIVE GOVERNANCE
SIKAP DINAMIS PARTISIPATIF
DENGAN KEBIJAKAN, SEKTOR SWASTA
DAN PEMASARAN
DUKUNGAN TEORI DAN PRAKTEK
SAIN DAN TEKNOLOGI
Gambar 2 Pendorong ke Participative Governance.
PENUTUP
Kesimpulan:
Telah diuraikan secara singkat organisasi dan tata kerja laboratorium klinik untuk peningkatan produktivitas dan pengembangannya serta pertumbuhan berkelanjutan dengan berlandaskan governance. Dalam era globalisasi, reformasi dan desentralisasi atau otonomi daerah, laboratorium klinik rumah sakit antara lain organisasi dan tata kerjanya perlu ditingkatkan untuk menjadi salah satu unggulan rumah sakit. Dengan demikian laboratorium klinik rumah sakit akan mengoptimalkan kualitas fungsinya yaitu pelayanan, memfasilitasi penelitian, pendidikan dan pelatihan laboratorium klinik untuk kepuasan pengguna jasa mapun untuk kesehjateraan karyawan dan kelestarian atau pembangunan berkelanjutan.
Saran:
Perlu peningkatan pengelolaannya, baik partisipasi antar unit di rumah sakit atau “clinical governance”, kemitraan dengan swasta, masyarakat sipil dan pemerintah atau “good governance” serta bersama pengguna jasa dan pemilik meningkatkan produktivitas unit usaha rumah sakit yaitu “corporate governance” secara profesional untuk mendapat keuntungan namun tetap memperhatikan faktor sosial.
DAFTAR PUSTAKA:
1. Hardjoeno. Health For All and Health Program Decentralization. Island Sustainability. Livelihood and Equity, Makassar: Hasanuddin University Press. 1999.
2. UNDP: Reconceptualising Governance. UNDP, New York, 1997.
3. McLagan P. & Nel. C.: The Age of Participation, New Governance for the Work Place and the World, Bernett Koehler Publisher San Fransisco, 1995.
4. Pearson,M.J. Role of Clinical Biochemists in Laboratory Medicine in the U.K. Lab. Medicine International vol.17 No.5, 2000.
5. Hardjoeno. Jender dan Pemerintahan Berbasis Kemitraan. Makassar: Hasanuddin University Press. 2001.
6. Henry J.B.: The Clinical Laboratory in Clinical Diagnosis and Management by Laboratory Methods. 19th edition. W.B. Sanders Co.. 1996.
7. PERJAN R.S. Wahidin Sudirohusodo. 2002. Unit Pelayanan Laboratorium. Struktur Organisasi Uraian Tugas Rencana Kegiatan Operasional/Plan of Action (POA) .
8. ___________. Health Security. The Official Text. The White House Domestic Policy Council. 1993.
9. McRitchie J. Enhancing the return on Capital Through Increased Accountability. Corporate Governance. 2001.
10. Okley E.D., Krug. Enlighlemed Leadership. Getting to the Heart of Change. 1994.
Sabtu, 09 Januari 2010
1.1. Komputer
Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Daftar perintah tersebut dinamakan program computer dan unit penyimpanannya adalah memori komputer.
Dalam bentuk yang paling sederhana komputer terdiri dari lima bagian utama yang mempunyai fungsi sendiri – sendiri. Unit – unit tersebut adalah: masukan, memori, aritmetika dan logika, keluaran dan control.
Unit masukan menerima informasi yang dikodekan dari operator manusia lewat alat – alat elektromekanik seperti papan ketik pada suatu terminal video, atau dari komputer – komputer lain lewat jalur komunikasi digital. Informasi yang diterima dan disimpan dalam memori untuk dipergunakan kelak, atau langsung diolah oleh rangkaian aritmetika dan logika untuk melaksanakan operasi yang diinginkan. Langkah – langkah pengolahan ditentukan oleh program yang disimpan dalam memori. Akhirnya hasil – hasil yang diperoleh dikirimkan kembali keluar melalui unit keluaran. Seluruh kegiatan ini dikoordinasi oleh unit kontrol.
1.2. Organisasi Komputer
Organisasi komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Perbedaaan Utama
Organisasi Komputer
§ Bagian yang terkait dengan erat dengan unit – unit operasional
§ Contoh : teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal – sinyal kontrol
Arsitektur Komputer
§ Atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer
§ Contoh : Set instruksi, aritmetika yang dipergunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O
1.3. Struktur dan Fungsi Utama komputer
1.3.1. Struktur Komputer
Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar. Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi. Dalam buku ini akan banyak dikaji seputar struktur internal komputer. Perhatikan 1.2 , terdapat empat struktur utama:
§ Central Processing Unit ( CPU ), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan pusat pengolahan fungsi – fungsi komputer. Kesepakatan, CPU cukup disebut sebagai processor ( prosesor ) saja.
§ Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpanan data.
§ I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
§ System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama dan I/O.
Komponen yang paling menarik namun paling kompleks adalah CPU. Struktur CPU terlihat pada gambar 1.2 , dengan struktur utamanya adalah :
§ Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan.
§ Arithmetic And Logic Unit ( ALU ), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
§ Register, berfungsi sebagai penyimpan internal bagi CPU
§ CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU.
1.3.2. Fungsi Komputer
Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana seperti terlihat pada gambar 1.3. Pada prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasional, yaitu :
o Fungsi Operasi pengolahan Data
o Fungsi Operasi Penyimpanan Data
o Fungsi Operasi Pemindahan Data
o Fungsi Operasi kontrol
Komputer harus dapat memproses data. Representasi data di sini bermacam – macam, akan tetapi nantinya data harus disesuaikan dengan mesin pemrosesnya. Dalam pengolahan data, komputer memerlukan unit penyimpanan sehingga diperlukan suatu mekanisme penyimpanan data. Walaupun hasil komputer digunakan saat itu, setidaknya komputer memerlukan media penyimpanan untuk data prosesnya. Dalam interaksi dengan dunia luar sebagai fungsi pemindahan data diperlukan antarmuka ( interface ), proses ini dilakukan oleh unit Input/Output ( I/O ) dan perangkatnya disebut peripheral. Saat interaksi dengan perpindahan data yang jauh atau dari remote device, komputer melakukan proses komunikasi data.
sumber : Google
Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Daftar perintah tersebut dinamakan program computer dan unit penyimpanannya adalah memori komputer.
Dalam bentuk yang paling sederhana komputer terdiri dari lima bagian utama yang mempunyai fungsi sendiri – sendiri. Unit – unit tersebut adalah: masukan, memori, aritmetika dan logika, keluaran dan control.
Unit masukan menerima informasi yang dikodekan dari operator manusia lewat alat – alat elektromekanik seperti papan ketik pada suatu terminal video, atau dari komputer – komputer lain lewat jalur komunikasi digital. Informasi yang diterima dan disimpan dalam memori untuk dipergunakan kelak, atau langsung diolah oleh rangkaian aritmetika dan logika untuk melaksanakan operasi yang diinginkan. Langkah – langkah pengolahan ditentukan oleh program yang disimpan dalam memori. Akhirnya hasil – hasil yang diperoleh dikirimkan kembali keluar melalui unit keluaran. Seluruh kegiatan ini dikoordinasi oleh unit kontrol.
1.2. Organisasi Komputer
Organisasi komputer adalah bagian yang terkait erat dengan unit – unit operasional dan interkoneksi antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek arsitekturalnya. Contoh aspek organisasional adalah teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, dan sinyal – sinyal kontrol.
Arsitektur komputer lebih cenderung pada kajian atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.
Perbedaaan Utama
Organisasi Komputer
§ Bagian yang terkait dengan erat dengan unit – unit operasional
§ Contoh : teknologi hardware, perangkat antarmuka, teknologi memori, sistem memori, dan sinyal – sinyal kontrol
Arsitektur Komputer
§ Atribut – atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer
§ Contoh : Set instruksi, aritmetika yang dipergunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O
1.3. Struktur dan Fungsi Utama komputer
1.3.1. Struktur Komputer
Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar. Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi. Dalam buku ini akan banyak dikaji seputar struktur internal komputer. Perhatikan 1.2 , terdapat empat struktur utama:
§ Central Processing Unit ( CPU ), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan pusat pengolahan fungsi – fungsi komputer. Kesepakatan, CPU cukup disebut sebagai processor ( prosesor ) saja.
§ Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpanan data.
§ I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
§ System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama dan I/O.
Komponen yang paling menarik namun paling kompleks adalah CPU. Struktur CPU terlihat pada gambar 1.2 , dengan struktur utamanya adalah :
§ Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan.
§ Arithmetic And Logic Unit ( ALU ), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
§ Register, berfungsi sebagai penyimpan internal bagi CPU
§ CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU.
1.3.2. Fungsi Komputer
Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana seperti terlihat pada gambar 1.3. Pada prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasional, yaitu :
o Fungsi Operasi pengolahan Data
o Fungsi Operasi Penyimpanan Data
o Fungsi Operasi Pemindahan Data
o Fungsi Operasi kontrol
Komputer harus dapat memproses data. Representasi data di sini bermacam – macam, akan tetapi nantinya data harus disesuaikan dengan mesin pemrosesnya. Dalam pengolahan data, komputer memerlukan unit penyimpanan sehingga diperlukan suatu mekanisme penyimpanan data. Walaupun hasil komputer digunakan saat itu, setidaknya komputer memerlukan media penyimpanan untuk data prosesnya. Dalam interaksi dengan dunia luar sebagai fungsi pemindahan data diperlukan antarmuka ( interface ), proses ini dilakukan oleh unit Input/Output ( I/O ) dan perangkatnya disebut peripheral. Saat interaksi dengan perpindahan data yang jauh atau dari remote device, komputer melakukan proses komunikasi data.
sumber : Google
Langganan:
Postingan (Atom)